Penculikan Anak
Fakta-fakta 'Penculikan' Anak oleh Pria Bertopeng di Pangkep Sulsel, Berawal dari Pengakuan RW
Fakta-fakta 'Penculikan' Anak oleh Pria Bertopeng di Pangkep Sulsel, Berawal dari Pengakuan RW
Rekayasa RW tersebut terungkap setelah polisi menemukan banyak pernyataannya yang tidak sesuai dengan kronologis yang ia sampaikan.
Polres Pangkep masih terus mendalami kasus ini dan belum bisa memberikan kepastian terkait status hukumnya. (*)
Berawal dari Pengakuan RW
Cerita ini bermula saat RW mengaku dipanggil oleh pelaku yang berjumlah tiga orang dan menggunakan topeng dengan memperlihatkan HP miliknya.
“Lihat ki dulu ini foto kita kenal atau tidak,” ujar RW menirukan pelaku.
Kemudian korban mendekat lalu ditarik naik ke mobil dan salah satu pelaku menyekap mulut korban dengan menggunakan obat bius dari belakang sehingga korban tidak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian setelah korban sadar dia sudah berada di dalam mobil bersama dengan tiga korban lain yang tangan dan kakinya dalam keadaan terikat tali.
Beruntung RW dan kedua korban lainnya yang lebih dulu tersadar berhasil membuka pintu dengan mulutnya dan melompat ke sawah.
Tapi setelah dikonfirmasi Kapolsek Pangkajene, AKP Asgar menjelaskan bahwa berita tersebut hanyalah rekayasa RW.
Itu ia lakukan lantaran takut dengan ayahnya karena seharian tidak pulang.
"Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, kami akhirnya mengetahui bahwa berita tersebut tidak benar," ujarnya melalui via WhatsApp, Minggu (8/3/20/2020).
"Yang benar, bahwa anak itu seharian tidak pulang-pulang dan karena takut sama bapaknya, ia buat rekayasa seakan-akan diculik," katanya.(*)