Penculikan Anak
Fakta-fakta 'Penculikan' Anak oleh Pria Bertopeng di Pangkep Sulsel, Berawal dari Pengakuan RW
Fakta-fakta 'Penculikan' Anak oleh Pria Bertopeng di Pangkep Sulsel, Berawal dari Pengakuan RW
TRIBUN-TIMUR.COM - Kasus penculikan anak yang ramai dan mengegerkan warga Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), beberapa waktu lalu.
Akibatnya, kasus penculikan ramai menjadi pembahasan dihampir semua kabupaten yang ada di Sulsel.
Tak sedikit warga yang melarang anaknya untuk keluar, khususnya malam hari.
Setelah informasi penculikan mengkawatirkan, belakangan terungkap, jika hal tersebut adalah rekayasa.
Polres Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan menggelar jumpa pers terkait aksi rekayasa penculikan anak, Senin (9/3/2020).
• Kesulitan Menelan, Bernapas & Suara Serak? Itu Gejala Tumor Tiroid, Berikut Penyebab & Pengobatannya
• Pemerintah Tambah Jumlah Libur & Cuti Bersama di 2020, Awalnya Hanya 20 Hari, Berikut Rinciannya
Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji mengungkapkan bahwa beberapa hari yang lalu warga Pangkajene digegerkan dengan berita penculikan siswi MTs DDi Asyirhatal Mustaqim berinisial RW (14) di Kelurahan Sibarua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sabtu (7/3/20).
Kabar ini bermula saat RW mengaku ke keluarganya bahwa dirinya dipanggil oleh tiga orang yang tidak dikenalnya dengan menggunakan penutup muka dan kepala.
Ketiga orang tesebut sambil mendekati RW dan memperlihatkan telepon seluler.
Lalu mereka meminta RW melihat foto dalam ponsel itu. Dan menanyai RW bahwa apakah tidak mengenal foto dalam ponsel itu?
Lalu korban mendekat dan ketiga orang tidak dikenal itu menarik RW masuk dalam mobil.
Tak hanya itu, salah satu pelaku menyekap mulut korban dengan menggunakan obat bius dari belakang sehingga korban tidak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian setelah korban sadar dia sudah berada di dalam mobil bersama dengan korban lainnya dengan tangan dan kakinya sudah terikat.
Beruntung RW dan kedua korban lainnya yang lebih dulu tersadar berhasil membuka pintu dengan mulutnya dan melompat ke sawah, ungkap AKBP Ibrahim Aji berdasarkan pengakuan RW.
• Kesulitan Menelan, Bernapas & Suara Serak? Itu Gejala Tumor Tiroid, Berikut Penyebab & Pengobatannya
• Pemerintah Tambah Jumlah Libur & Cuti Bersama di 2020, Awalnya Hanya 20 Hari, Berikut Rinciannya
Namun, setelah diintrogasi, RM akhirnya mengakui bahwa cerita penculikan itu hanya rekayasanya saja, lantaran takut dengan orang tuanya, karena ia terlambat pulang ke rumahnya.
"Karena tidak pulang-pulang, maka RM mengaku diculik, disebabkan takut dengan Orang tuanya," kata AKBP Ibrahim Aji dalam Press Realese di Polda Sulsel, Senin (9/3/20) sore.
Rekayasa RW tersebut terungkap setelah polisi menemukan banyak pernyataannya yang tidak sesuai dengan kronologis yang ia sampaikan.
Polres Pangkep masih terus mendalami kasus ini dan belum bisa memberikan kepastian terkait status hukumnya. (*)
Berawal dari Pengakuan RW
Cerita ini bermula saat RW mengaku dipanggil oleh pelaku yang berjumlah tiga orang dan menggunakan topeng dengan memperlihatkan HP miliknya.
“Lihat ki dulu ini foto kita kenal atau tidak,” ujar RW menirukan pelaku.
Kemudian korban mendekat lalu ditarik naik ke mobil dan salah satu pelaku menyekap mulut korban dengan menggunakan obat bius dari belakang sehingga korban tidak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian setelah korban sadar dia sudah berada di dalam mobil bersama dengan tiga korban lain yang tangan dan kakinya dalam keadaan terikat tali.
Beruntung RW dan kedua korban lainnya yang lebih dulu tersadar berhasil membuka pintu dengan mulutnya dan melompat ke sawah.
Tapi setelah dikonfirmasi Kapolsek Pangkajene, AKP Asgar menjelaskan bahwa berita tersebut hanyalah rekayasa RW.
Itu ia lakukan lantaran takut dengan ayahnya karena seharian tidak pulang.
"Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, kami akhirnya mengetahui bahwa berita tersebut tidak benar," ujarnya melalui via WhatsApp, Minggu (8/3/20/2020).
"Yang benar, bahwa anak itu seharian tidak pulang-pulang dan karena takut sama bapaknya, ia buat rekayasa seakan-akan diculik," katanya.(*)