Prof Qasim Mathar: Kebudayaan Bugis Makassar Hidup Tercermin dalam Berperilaku

Ia mencontohkan, ketika orang bugis berkata tidak akan melakukan korupsi dan amanah kepada negara.

Kaswadi Anwar/Tribun Timur
Prof Qashim Mathar saat diwawancarai usai diskusi publik dengan tema "Budaya Bugis Makassar Terancam Mati" di Sekretariat DKM Lt. 2, Gedung C, Benteng Fort Rotterdam, Minggu (8/3/2020) siang 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof Qasim Mathar mengatakan untuk menilai kebudayaan bugis makassar masih hidup atau tidak, dapat nilai dalam cara berperilaku.

Hal itu ia sampaikan saat ditemui tribun-timur.com usai diskusi publik dengan tema "Budaya Bugis Makassar Terancam Mati" di Sekretariat DKM Lt. 2, Gedung C, Benteng Fort Rotterdam, Minggu (8/3/2020) siang.

"Di Sulawesi Selatan kita memiliki budaya yang sipakatau, sipakalebbi, sipakainge (saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan)," katanya.
Prof Qashim Mathar saat diwawancarai usai diskusi publik dengan tema
Prof Qashim Mathar saat diwawancarai usai diskusi publik dengan tema "Budaya Bugis Makassar Terancam Mati" di Sekretariat DKM Lt. 2, Gedung C, Benteng Fort Rotterdam, Minggu (8/3/2020) siang (Kaswadi Anwar/Tribun Timur)


Untuk menguji kebudayaan tersebut, masih hidup dan diterapkan dalam berkehidupan, bisa dilihat ketika sedang mengalami masalah atau berkonflik.

"Apakah kita sipakatau (saling memanusiakan) atau sipakasiri (saling merendahkan) ," ucapnya.

Jangan sampai, kata Prof Qasim Mathar, kita lebih menggunakan budaya sipakasiri.

"Jika ada yang merendahkan, kita balas dengan merendahkan pula," ujarnya.

Demikian juga dengan tradisi, taro ada taro gau (sejalan antara perkataan dan perbuatan).

Ia mencontohkan, ketika orang bugis berkata tidak akan melakukan korupsi dan amanah kepada negara.

Namun nyatanya, ketika dihadapkan dengan uang banyak, justru tertangkap dan terbukti melakukan tindakan korupsi.

"Ini artinya tidak bisa dikatakan taro ada tidak taro gau," tuturnya.

Makanya, Prof Qasim Mathar mengingatkan kembali, sangat penting melihat kebudayaan hidup dari cara berperilaku.


Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Kaswadi Anwar

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved