Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Seminar Nasional

Gelar Seminar Nasional, FEBI UIN Alauddin Makassar dan IZI Hadirkan Nana Sudiana

Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali memberikan edukasi zakat kepada masyarakat dengan seminar nasional.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Hasriyani Latif
hasim arfah/tribun-timur.com
Seminar nasional IZI di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali memberikan edukasi zakat kepada masyarakat dengan seminar nasional di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, Kamis (5/3/2020).

Seminar yang mengangkat tema 'Pengelolaan Zakat di Era 4.0, Amil Zakat Easy Going' ini terselenggara berkat kerjasama antara FEBI UIN Alauddin Makassar dengan IZI Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, IZI Sulawesi Selatan telah memiliki MoU dengan UIN Alauddin Makassar terkait dengan optimalisasi pengelolaan zakat dan pengabdian masyarakat, dimana FEBI ditunjuk sebagai pelaksana Universitas dalam menjalankan MoU tersebut.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, dua narasumber yang berasal dari UIN Alauddin Makassar, yaitu, Prof Muslimin Kara M Ag, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Dr Muammar M B M Ag.

Kemudian Dosen FEBI UIN Alauddin Makassar, dan satu narasumber nasional yaitu Nana Sudiana, Sekretaris Jenderal Forum Zakat dan Direktur Pendayagunaan Inisiatif Zakat Indonesia.

Dekan FEBI, Prof Abustani Ilyas M Ag menitipkan pesan untuk para amil era digital agar dapat memikirikan zakat bukan hanya bagaimana menghimpunnya tetapi juga manfaatnya untuk umat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Sulawesi Selatan, Arman menitikberatkan kemanfaatan zakat era modern untuk masyarakat luas.

Prof Muslimin Kara menyampaikan tiga hal penting yang harus dimiliki amil zakat pada era 4.0, yaitu kemampuan mengolah data, literasi teknologi, dan soft skill unggul untuk mengelola zakat.

"Berkaitan dengan era digitalisasi, seharusnya amil zakat sudah harus memulai menghimpun zakat dengan cara digital yang lebih modern," katanya.

Sedangkan Dr Muammar MB M Ag, menyampaikan terdapat dua hal penting pada dunia zakat era modern, yakni cara sosialisasi yang harus bersifat masif dan tidak terbatas dengan teknik digitalisasi, dan kualitas branding yang dapat diterima masyarakat luas agar zakat tidak lagi menjadi hal asing di tengah masyarakat.

Dr Muammar juga menekankan bahwa di era modern, profesi amil sudah bukan lagi hal yang tabu dan tidak menjanjikan.

"Kini amil merupakan profesi yang diperhitungkan," katanya.

Nana Sudiana menyampaikan bahwa industri zakat merupakan industri yang terus bertumbuh setiap tahun dengan pertumbuhan lebih 30 persen.

Era 4.0 juga merupakan era digital ekonomi, di mana aktivitas ekonomi pun akan lebih banyak terjadi melalui teknologi digital, sehingga lembaga zakat harus bisa memaksimalkan kesempatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait zakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved