Terungkap Kronologi dan Sebab Sopir Truk Yus Yunus Tewas Dianiaya di Papua, Ganjaran Diterima Polisi
Terungkap kronologi hingga sebab sopir truk Yus Yunus tewas dianiaya di Papua, ganjaran didapatkan polisi.
Namun, tembakan peringatan yang dikeluarkan polisi rupanya tidak membuat massa membubarkan diri, justru suasana menjadi semakin panas.
Setelah sopir truk dikeroyok hingga terjatuh, kemudian massa membubarkan diri dan polisi meminta bantuan untuk menyiapkan mobil ambulans untuk mengevakuasi korban Demianus Mote ke Puskesmas, namun dari pihak keluarga dibawa kediamannya.
Selanjutnya polisi mengevakuasi Yus Yunus ke dalam mobil patroli untuk dibawa ke Puskesmas.
Ganjaran, Polisi yang Datang ke TKP Akan Diperiksa Propam
Kasus tewasnya Yus Yunus karena dihakimi massa di Jalan Trans Nabire, Papua, menjadi perhatian semua pihak.
Pasalnya, Yus Yunus tewas setelah diamuk massa dihadapan polisi.
Atas kejadian tersebut, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menegaskan, petugas yang saat itu sedang bertugas dan berada di lokasi kejadian akan diperiksa.
"Terhadap para anggota yang mendatangi TKP akan dilakukan pemeriksaan oleh Propam karena adanya korban jiwa dan akan dilakukan pemeriksaan apakah selama berada di TKP sudah sesuai SOP atau belum," katanya melalui rilis, Minggu kemarin.

Selain itu, terkait para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas, Kapolda Papua memastikan proses hukum akan tetap berjalan.
"Kematian saudara Yus Yunus sudah diterima oleh pihak keluarga dan meminta kepada pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Kapolda meminta pemerintah daerah setempat bisa merangkul seluruh komponen masyarakat agar masalah tersebut tidak berkepanjangan dan menyerahkan penanganannya kepada kepolisian.
Sementara itu, kakak korban bernama Hasriani mempertanyakan profesionalisme polisi dalam menangani potensi konflik maupun upaya penyelamatan korban di tengah keributan warga.
Ia menilai, polisi seharusnya dapat menyelamatkan dan mengevakuasi adiknya dari lokasi dengan mobil patroli polisi, bukan membiarkan korban jadi bulan-bulanan di lokasi.
“Saya tak rela adik saya diperlakukan seperti binatang. Menyedihkan lagi, itu terjadi di depan aparat polisi tanpa ada upaya mengevakuasi korban dari lokasi saat jadi bulan-bulanan warga,” katanya usai mengebumikan adiknya di Polman, Sulawesi Barat, belum lama ini.
Seperti diberitakan, dikutip dari Tribunnews.com, kejadian itu bermula saat Yus Yunus yang sedang melintas di Jalan Trans Nabire, Dogiyai, mengetahui ada seorang warga setempat bernama Damianus tewas setelah menabrak babi.