Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Terungkap Kronologi dan Sebab Sopir Truk Yus Yunus Tewas Dianiaya di Papua, Ganjaran Diterima Polisi

Terungkap kronologi hingga sebab sopir truk Yus Yunus tewas dianiaya di Papua, ganjaran didapatkan polisi.

Editor: Edi Sumardi
HANDOVER
Detik-detik penganiayaan Yus Yunus. Terungkap kronologi hingga sebab sopir truk Yus Yunus tewas dianiaya di Papua, ganjaran didapatkan polisi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Terungkap kronologi hingga sebab sopir truk Yus Yunus tewas dianiaya di Papua, ganjaran didapatkan polisi.

Kejadian tewasnya warga di hadapan polisi di Papua terus menyita perhatian.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw langsung mendatangi lokasi kejadian penganiayaansopir truk bernama Yus Yunus (26), warga asal Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Selatan, di Kabupaten Dogiyai, Papua, karena disangka menabrak pengemudi sepeda motor pada Minggu (23/2/2020) lalu.

Kapolda datang ke lokasi kejadian, Minggu (1/3/2020).

Kedatangan dia untuk mencari penyebab tewasnya Yus Yunus.

Dari keterangan yang didapat, Irjen Paulus Waterpauw menjelaskan, kejadian itu merupakan kecelakaan ganda.

Dijelaskannya, kejadian berawal saat Demianus Mote mengendarai sepeda motornya melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Dogiyai Kamu Utara dan kemudian menabrak babi.

Karena tak dapat mengendalikan sepeda motornya, sambungnya, ia pun oleng ke kanan lalu terserempet bemper mobil truk yang dikemudikan Yus Yunus yang kebetulan datang dari arah berlawanan sehingga mengakibatkan Demianus meninggal di tempat kejadian.

"Sementara saudara Yus Yunus memberhentikan kendaraanya dan meminta bantuan menggunakan radio mobil kepada rekannya Risman dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kamu dan pada Pukul 12.20 WIT, selanjutnya anggota Polsek Kamu mendatangi TKP," kata Irjen Paulus Waterpauw, melalui rilis, Minggu.

Masih dikatakan Irjen Paulus Waterpauw, dari hasil olah TKP yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa masing-masing kendaraan dalam kecepatan tinggi dan berupaya saling menghindar.

Sambungnya, hal ini terlihat dari bekas rem mobil truk sepanjang 28 meter, posisi kendaraan mobil dari titik tabrakan sepanjang 31,70 meter berada di luar badan jalan sebelah kiri dari arah kendaraan dan posisi motor dari titik tabrakan berjarak 14,20 meter berada di atas badan jalan kiri arah Paniai.

Saat polisi tiba di lokasi kejadian, katanya, massa sudah menutup jalan dan kendaraan aparat terpaksa harus melewati rumput-rumput. 

Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, saat itu pihaknya berupaya untuk melindungi sopir truk tersebut.

Posisi sopir sendiri berada di pinggir jalan dan sudah dikerumuni massa yang sangat banyak.

"Kami berupaya mengevakuasi sopir ke dalam mobil patroli, namun dengan situasi massa yang mulai brutal sehingga sopir truk tersebut terseret dari dalam mobil, sehingga kami memberikan tembakan peringatan sesuai perintah Wakapolsek dan situasi massa semakin brutal," katanya menjelaskan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved