Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mahathir Mohamad

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Dijuluki 'Manipulator Ulung' Malaysia, Kok Bisa? Alasannya

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dijuluki 'manipulator ulung' Malaysia, kok bisa? Alasannya.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
AFP
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad 

Dalam buku itu, ia berpendapat bahwa populasi Melayu di negara itu telah dipinggirkan, tetapi juga mengkritisi mereka karena secara apatis menerima status kelas dua.

Buku itu mendatangkan simpati dari para pemimpin muda UMNO dan dia diundang kembali ke partai, terpilih kembali pada pemilu parlemen tahun 1974, dan ditunjuk sebagai menteri pendidikan.

Dalam 4 tahun, ia menjadi wakil ketua UMNO dan, pada tahun 1981, ia menjadi perdana menteri.

Di bawah pemerintahannya, Malaysia menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia tahun 1990-an.

Proyek bergengsi seperti pembangunan Menara Kembar Petronas memperlihatkan ambisinya yang tinggi.

Kebijakannya yang otoriter dan pragmatis membuatnya mendapatkan dukungan rakyat Malaysia, meskipun ini tecemar oleh kurangnya penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Tonjokan terhadap demokrasi

Di bawah Mahathir Mohamad, politisi oposisi dipenjara tanpa pengadilan di bawah Internal Security Act (ISA) yang banyak mendapat kritik.

Yang paling buruk, wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim dipecat dengan tuduhan melakukan korupsi dan sodomi lalu dipenjara dengan tuduhan sodomi.

Ketika itu Anwar Ibrahim sedang mengusulkan adanya reformasi ekonomi dan politik di tahun 1998.

Komentar Mahathir Mohamad yang "berduri" tentang negara Barat juga membuatnya punya reputasi besar di luar negeri.

Mahathir Mohamad
Mahathir Mohamad (BERNAMA)

Beberapa hari sebelum mengundurkan diri tahun 2003 ia membuat marah beberapa negara Barat dan kelompok Yahudi karena pernyataan bahwa kelompok rahasia Yahudi "menguasai dunia".

Ia menyatakan mengundurkan diri karena "kecewa karena saya hanya berhasil sedikit saja menjalankan tugas utama saya mengangkat ras saya menjadi ras yang sukses, ras yang dihormati".

Obat yang pahit

Bahkan ketika pensiun, ia tak pernah meninggalkan arena politik.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved