Susur Sungai SMPN 1 Turi
Polisi Tetapkan 1 Tersangka, Seorang Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Dikubur di Hari Ulang Tahunnya
salah seorang korban kegiatan susur sungai Sempor, Donokerto, Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dikuburkan pada hari ulang tahunnya.
Polisi Tetapkan 1 Tersangka, Seorang Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Dikubur di Hari Ulang Tahunnya
TRIBUN-TIMUR.COM - Aparat kepolisian dari Polda Yogyakarta menetapkan satu tersangka dalam kasus tewasnya pelajar SMPN 1 Turi Sleman, Sabtu (22/2/2020).
Sedangkan pada hari yang sama, salah seorang korban kegiatan susur sungai Sempor, Donokerto, Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dikuburkan pada hari ulang tahunnya.
Dikutip dari TribunJogja, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto mengatakan satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah seorang pria berinisial IYA.
• Ratusan Pelajar SMPN 1 Turi Hanyut, Pembina Sudah Ditegur Warga Namun Justru Beri Jawaban Begini?
• Nonton di TV Online 3 LINK Live Streaming Liga Italia SPAL vs Juventus - Nonton Gratis Tak Live RCTI
Ia merupakan seorang pembina Pramuka yang juga guru di SMPN 1 Turi.
Gelar perkara dipimpin oleh Direktur Kriminal Umum Polda DIY Kombespol Burkan Rudy.

Hasil gelar perkara menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidkan.
“Ada tujuh orang saksi yang diperiksa, dan saat ini, sudah ada 1 dari saksi ditetapkan menjadi tersangka, pria berinisial IYA," kata Kombes Pol Yulianto.
Yulianto melanjutkan, tersangka IYA disangkakan pasal 359 dan 360 KUHP yakni pasal kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dan kelalaian yang menyebabkan orang lain luka-luka.
• VIRAL! Guru SMP Tewas Dilempari Batu Bata oleh Siswa Saat Masuk Kelas, Alasannya Sepele
• TV Online 2 LINK Live Streaming Liga Inggris Leicester vs Manchester City - Nonton di Live MolaTV
"Sementara ini, tersangka sedang dilakukan pemeriksaan selanjutnya dan BAP," terangnya.
Mengutip Kompas.com, Yulianto menambahkan dengan pasal itu, tersangka terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Terkait penahanan, Yulianto mengatakan saat ini belum dilakukan penahanan.
Belum (penahanan), kita masih melakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Apakah nanti ditahan atau tidak, kita lihat pertimbangan dari penyidik," ucap Yuliyanto.

Terkait apakah akan ada tersangka tambahan, polisi masih akan melihat dari hasil pemeriksaan saksi-saksi.
Sebab, dari peserta masih belum dilakukan pemeriksaan.
"Nanti dilihat dari pemeriksaan saksi-saksi, karena dari pihak anak-anak, pihak peserta Pramuka belum kita lakukan pemeriksaan, karena pertimbangan bahwa mereka masih trauma akan peristiwa kemarin," ujar dia.
Polisi Periksa 6 Pembina Pramuka
Polres Sleman dan Polda DIY memeriksa sebanyak 6 orang pembina pramuka SMPN 1 Turi, Sleman.
Penyidikan tersebut dilakukan pascakecelakaan yang menimpa ratusan anggota pramuka saat melaksanakan susur sungai di Kali Sempor, Sleman pada Jumat (21/2/2020) kemarin.
"Kita sudah lakukan pemeriksaan kwartir daerah tentang bagaimana SOP pelaksaan Pramuka yang punya resiko tinggi.
Sejauh ini, ada 6 orang pembina pramuka yang sudah diperiksa.
Pembina yang yang diperiksa yang terlibat dalam kegiatan Pramuka kemarin," katanya saat Jumpa Pers di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/02/2020).
Selanjutnya, penyidik juga akan mengambil keterangan dari peserta susur sungai.
Namun pihaknya perlu berhati-hati, sebab kondisi peserta yang masih trauma.
"Penyidikan kami lakukan secara hati-hati dan tidak terburu-buru.
Karena saksi-saksi atau pihak yang terlibat statusnya jelas dan keberadaannya juga jelas,"terangnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum bisa memberikan hasil pemeriksaan.
Pihaknya pun belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Keterangan Kepala Sekolah SMPN 1 Turi
Kepala Sekolah SMPN 1 Turi, Titik Nurdiana menyampaikan bahwa ada 7 pembina yang ikut dalam kegiatan susur sungai di Kali Sempor.
Kesemuanya adalah guru di SMPN 1 Turi.
Meski demikian Titik mengaku tak tahu terkait kegiatan susur sungai yang dilakukan para siswanya dalam kegiatan pramuka tersebut.
Menurut dia, Pramuka memang menjadi kegiatan rutin sekolah, yang menjadi ekstrakurikuler di SMP N 1 Turi.
"Kegiatan Pramuka memang rutin setiap hari Jumat, dari pukul 14.00 sampai 15.30.
Ada tujuh pembina yang ikut dalam kegiatan susur sungai.
Semuanya adalah guru SMPN 1 Turi," katanya saat jumpa pers di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/02/2020).

Ia melanjutkan, pembina tidak berkoordinasi dengan kepala sekolah dalam pelaksanaan susur sungai.
"Kebetulan saya baru satu setengah bulan menjabat kepala sekolah, kegiatan Pramuka melanjutkan dari program lama.
Jujur saya tidak tahu ada kegiatan susur sungai,"lanjutnya.
"Mungkin karena siswa berasal dari Turi dan sudah paham daerah Turi.
Jadi mungkin ya menganggap itu biasa,"sambungnya.
Tutik juga memohon maaf atas musibah yang menimpa anak didiknya.
Pihaknya tidak menduga akan terjadi musibah seperti ini.
Pihaknya juga meminta dukungan dari masyarakat, agar keluarga dan kerabat korban yang meninggal diberikan kekuatan.
"Semoga korban yang belum ditemukan, segera ditemukan,"tutupnya.
Seorang Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi, Dimakamkan di Hari Ulang Tahunnya
Salah satu korban atas nama Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah dimakamkan Sabtu (22/2/2020) di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Turi.
Khoirunnisa dimakamkan bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-13 yang jatuh hari Sabtu ini.
(Catatan : Sementara data BPBD DIY menyebutkan Khoirunisa berusia 14 tahun)
Adapun upacara pemakaman dihadiri Wabup Sleman Sri Muslimatun.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya anak kita, Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah.
"Hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-13 persis jatuh hari ini," demikian potongan sambutan Wabup Sleman Sri Muslimatun yang dibacakan dalam bahasa jawa.
Adapun Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah adalah salah satu korban meninggal dalam kegiatan susur sungai anggota pramuka SMPN 1 Turi.

Kegiatan outbond pramuka SMPN 1 Turi ini dilaksanakan di wilayah Outbound Valley Sempor Dukuh, RT.03/RW.10, Ngentak Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2/2020) sore
Tim SAR Gabungan Sabtu (22/2/2020) juga kembali melanjutkan operasi pencarian korban susur sungai di Sungai Sempor.
Operasi pencarian terbagi atas empat tim yang bertugas melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke Ringroad Selatan dengan total sejauh 25,19 kilometer.
1. Penyisiran area pertama
Titik awal di lokasi hanyutnya para siswa hingga ke tempuran Sungai Sempor dengan Sungai Bedog dengan estimasi panjang lintasan sejauh 6,71 kilometer
2. Penyisiran area kedua
Dari tempuran Sungai Sempor dan Sungai Bedog hingga perpotongan Sungai Bedog dengan Selokan Mataram dengan estimasi panjang lintasan 5,59 kilometer
3. Penyisiran area ketiga
Perpotongan Sungai Bedog dengan Selokan Mataram hingga jembatan Sungai Bedog sebelah timur Gereja Santa Maria Assumpta Gamping dengan panjang lintasan sejauh 7,91 kilometer
4. Penyisiran area keempat
jembatan Sungai Bedog sebelah timur Gereja Santa Maria Assumpta Gamping hingga ke perpotongan Saungai Bedog dengan Jalan Ringroad Selatan dengan panjang lintasan sejauh 4,98 kilometer
Adapun berdasarkan rilis BPBD DIY hingga Sabtu (22/2/2020) pagi ini, total peserta susur sungai siswa SMPN 1 Turi berjumlah 249 orang.
Terdiri atas 124 siswa kelas 7 dan 125 kelas 8.
Dari jumlah tersebut, 216 siswa dipastikan selamat, 23 siswa mengalami luka, 7 siswa meninggal dunia dan 3 siswa lainnya belum ditemukan.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunjogja.com/Christi Mahatma Wardhani/Hasan Sakri Ghozali)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "UPDATE Kasus Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman: Polisi Tetapkan Satu Tersangka, Guru Berinisial IYA"