CPNS 2019

11.840 Pelamar CPNS Pemprov Sulbar Akan Ikuti Tes SKD, Sekprov: Tak Adalagi Sogok-Sogok

Seleksi Kemanpuan Dasar (SKD) CPNS lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, akan digelar di Gedung Serbaguna Rujab Gubernur

TRIBUN TIMUR/NURHADI
Sekprov Sulbar Dr Muhammad Idris saat diwawancarai di rumah dinasnya komplek perumahan Pemprov Sulbar Jl Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju.(nurhadi/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Seleksi Kemanpuan Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Silip (CPNS) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, akan digelar di Gedung Serbaguna Rujab Gubernur Jl Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju, 21-28 Februari 2020.

Sebanyak 11. 480 pendaftar akan mengikuti SKD dengan sistem Computers Assisted Test (CAT). Belasan pendaftar tersebut akan memperebutkan 295 formasi. Terdiri dari 223 formasi guru, 31 formasi kesehatan dan 41 formasi teknis.

Sulbar merukan termasuk daerah dengan peminat CPNS terbanyak di wilayah Sulawesi, nomor dua setelah Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulbar, Zulkifli Manggasali mengatakan, seleksi CPNS lingkup Pemprov Sulbar akan kita laksanakan secara maraton. Setiap hari akan diikuti lima sesi kecuali Jumat hanya empat sesi.

"Setiap sesi itu akan diikuti sekitar 305 orang peserta,"kata Zulkifli Manggasali kepada wartawan di rumah dinas Sekertaris Provinsi Jl And Malik Pattana Endeng, Mamuju, Rabu (19/2/2020) malam.

Zulkifli mengatakan SKD dengan metode CAT akan berlangsung dengan pengawasan yang ketat untuk menghindari terjadinya kecurangan.

Sementara Sekprov Dr Muhammad Idris mengatakan, SKD lebih menekankan pada standar dasar peserta yang dianggap layak jadi PNS, mengukur kemampuan umum dan kapasitas intelegensi.

"Metode ini (CAT) ini dianggap metode yang terbaik untuk menjaring para calon birokrasi berkelas,"kata Idris.

Idris menegaskan, dengan motode CAT, tidak akan ada lagi model penerimaan CPNS seperti dulu, muncul asumsi segok menyokok dan terjadi KKN.

Karena itu, ia memastikan jika ada peserta yang menyerahkan uang kepada seseorang dengan iming-iming agar lulus, itu salah jalan dan dipastikan model penipuan.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved