DPRD Sulsel Minta Jembatan Bojo Barru Segera Diperbaiki

Terkait kelayakan jembatan Bojo, kata John, masih menunggu hasil penyelidikan oleh instansi berwenang.

DPRD Sulsel Minta Jembatan Bojo Barru Segera Diperbaiki
abd azis/tribun-timur.com
Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan John Rende Mangontang 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel bersama Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan, Balai Bina Marga, dan Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sulsel menggelar rapat gabungan di lantai VI Gedung DPRD Sulsel, Senin (17/2).

Selain membahas sejumlah persoalan yang tengah terjadi, khususnya bagaimana mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Sulsel, rapat ini juga membahas jebolnya jembatan Bojo, Barru, hingga pekerjaannya harus cepat dilakukan agar masyarakat dapat menikmati kembali akses jalan Trans Sulawesi itu.

"Intinya bagaimana jembatan Bojo di Barru cepat diperbaiki kembali meski kita tahu itu ada tahapan yang mesti dilalui sebelum diperbaiki," kata Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan John Rende Mangontang seusai rapat gabungan, Senin (17/2/2020).

Terkait kelayakan jembatan Bojo, kata John, masih menunggu hasil penyelidikan oleh instansi berwenang.

Menurutnya, jika dalam satu bulan sudah turun hasil rekomendasinya, maka akan segera diperbaiki.

"Balai bina marga sudah siapkan anggaran untuk perbaikannya. Kami dari komisi D menginstruksikan instansi terkait agat segera menginventarisir kondisi jembatan yang ada di sepanjang jalan nasional," jelas John.

John berharap semua pihak bisa bekerjasama agar hal serupa tidak terjadi lagi. Menurutnya, kendaraan muat yang melintas melintas harus betul-betul diperiksa dan sedapat mungkin tidak terjadi toleransi yang bisa merugikan banyak orang.

"Memang terlalu banyak toleransi yang terjadi sehingga itulah yang saya katakan tadi bahwa perlu ada kerjasama," ujar John.

"Kita belum bisa menyimpulkan karena masih dalam penyelidikan. Apakah memang ini karena kelebihan muatan atau mungkin ada kesalahan lain," katanya menanggapi dugaan bahwa kendaraan itu melebihi kapasitas muat.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved