Breaking News:

Rocky Gerung

Rocky Gerung Ungkit Kampanye Pemilu 2019 Presiden Jokowi Soal Kartu Gratis, Ini Komen Menohoknya

Sosok Pengamat Politik Rocky Gerung tak henti mengkritisi pemerintah, seperti janjinya. Kali ini dia menanggapi pengakuan Menteri Keuangan ( Menkeu)

Editor: Rasni
Tribunnews
Pengamat Politik Rocky Gerung 

Dibandingkan kartu-kartu itu, Rocky menyebut masyarakat lebih membutuhkan uang.

"Tapi keadaan itu yang oleh Pak Jokowi dijanjikan, 'Saya kasih kartu-kartu'," tegas Rocky.

"Iya, tapi itu tidak menggerakkan ekonomi, kasih uang aja."

VIDEO: Harga Masker Melonjak Naik, Menteri Kesehatan Salahkan Pembeli

Curi Durian, 2 Pria di Luwu Utara Diringkus Polisi

VIDEO: Nur Ralda Mahasiswi China Asal Pinrang Tiba di Rumahnya, Ini Imbauan Dinas Kesehatan

Simak video berikut ini menit ke-1.40:

Anak hingga Besan Jokowi Maju Pilkada

Pada kesempatan lain, Budayawan Sudjiwo Tedjo menyoroti pencalonan kerabat terdekat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilkada 2020.

Dilansir TribunWow.com, Sudjiwo Tedjo menganggap hal tersebut merupakan bentuk nepotisme yang dilakukan Jokowi.

Sudjiwo Tedjo bahkan juga menyebut pencalonan kerabat Jokowi yang maju Pilkada itu sebagai bentuk dinasti politik.

Hal itu disampaikan Sudjiwo Tedjo melalui channel YouTube Macan Idealis, Jumat (14/2/2020).

"Saya sekarang cuma bisa ngomong, walaupun saya sendiri yang jadi presiden belum tentu bisa melakukan," kata Sudjiwo.

Terkait hal itu, Sudjiwo lantas menyebutkan sederet kerabat Jokowi yang maju Pilkada.

Yakni mulai dari anak kandung hingga besan Jokowi.

"Sekarang bagaimana orang bisa percaya Pak Jokowi ketika ngomong nepotisme kalau mantunya maju, Bobby," ujar Sudjiwo.

"Gibran di Solo, terus kabarnya ada besannya juga di Sumatera dan di Wonogiri."

VIDEO: Nur Ralda Mahasiswi China Asal Pinrang Tiba di Rumahnya, Ini Imbauan Dinas Kesehatan

Besok, Tes Blokir HP Android - iPhone atau Semua Merek Berlaku, HP Anda Bakal Kena? Cara Cek

Pemuda Muhammadiyah Bulukumba Resmi Dilantik, Elly Oscar Tegaskan Nasionalisme

Meski menjadi pro kontra, pencalonan kerabat Jokowi itu menurutnya sah-sah saja di mata hukum.

Bahkan, Sudjiwo menyatakan mencalonkan diri di Pilkada adalah hak setiap warga.

"Maksudku gini, ada yang namanya bener dan ada namanya pener," jelas Sudjiwo.

"Bener itu belum tentu pener. Mereka punya hak politik dong untuk mencalonkan."

Meskipun begitu, Sudjiwo menyebut kerabat Jokowi itu harusnya mencalonkan diri setelah sang presiden lengser dari jabatan.

"Iya dong sebagai warga negara, tapi maksudku tunggu dulu setelah babe selesai jadi presiden, gitu loh maksudku," tegas Sudjiwo.

"Dan mungkin kalau aku jadi presiden, aku juga seperti Pak Jokowi sekarang."

Besok, Tes Blokir HP Android - iPhone atau Semua Merek Berlaku, HP Anda Bakal Kena? Cara Cek

Terkait langkah kerabat Jokowi maju Pilkada itu, Sudjiwo terang-terangan menilai hal itu sebagai dinasti politik.

Bahkan, ia menyebut politik dinasti itu juga diperlukan untuk jaminan masa depan setelah lengser dari jabatan.

"Karena aku harus aman kan, setelah aku lengser terus gimana kalau enggak ada dinasti?," jelas Sudjiwo.

"Sementara hidup demikian kejam."

"Tapi maksudku ada kerugiannya, aku punya kerugian aku udah enggak bisa neken kepala desa, neken petinggi, neken lurah, neken gubernur, neken menteri agar tidak nepotisme," sambungnya. (TribunWow.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved