Banjir Depan Kantor Gubernur

Kolam Retensi Sudah Selesai, Kantor Gubernur Sulsel Tetap Banjir, yang Salah Sampah

Ia memastikan aqua pond atau kolam retensi yang telah selesai dibangun di kawasan kantor Gubernur Sulsel

Kolam Retensi Sudah Selesai, Kantor Gubernur Sulsel Tetap Banjir, yang Salah Sampah
saldy/tribuntimur.com
Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), PT Yamau, meninjau lokasi pembangunan kolam retensi di pelataran Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulsel, Rudy Djamaluddin menyebutkan bahwa penyebab banjir di depan kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, baru-baru ini karena banyaknya sampah.

Ia memastikan aqua pond atau kolam retensi yang telah selesai dibangun di kawasan kantor Gubernur Sulsel, sudah beroperasi dengan baik.

"Penyebab banjir bukan karena kolam retensi yang tidak berfungsi. Tapi sampah," kata Rudy.

Sampah di drainase, jelasnya, menutup saluran air yang terhubung ke kolam penampungan aqua pond. Sehingga, air di drainase terhambat masuk.

Selain itu, air meluap karena curah hujan yang tinggi.

"Itu aqua pond kan ada saringannya. Satu kekurangan kita air yang mengalir di got itukan penuh sampah. Itu kalau tersumbat, itu tidak masuk ke aqua pond airnya," ujar Rudy.

Ia mengungkapkan, kedepannya, pihaknya akan memaksimalkan teknologi anti banjir itu.

Pembangunan kolam retensi atau aqua pond ini adalah proyek hibah Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kolam retensi ini berupa kolam dengan berukuran 8x70x2 meter, mampu menampung hingga 1.000 kubik air. Kolam ini dilengkapi dua pompa.

Satu pompa untuk mengisap air dari Jalan Urip Sumoharjo depan Kantor Gubernur Sulsel ke penampungan, dan pompa lainnya untuk mendorong air ke Sungai Pampang, melalui saluran drainase.

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved