Forum Dosen Tribun

Dekan PPs Unhas: Mana Kajian Akademik Kampus Merdeka Kemendikbud?

Prof Jamal menjadi salah satu pembicara dalam diskusi Forum Dosen di Kantor Tribun Timur

Dekan PPs Unhas: Mana Kajian Akademik Kampus Merdeka Kemendikbud?
Fahrizal/tribun-timur.com
Diskusi Forum Dosen dengan tema Merdeka Belajar, yang berlangsung di Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dekan Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa, mempertanyakan kajian akademik kebijakan merdeka belajar dan kampus merdeka Kemendikbud.

Prof Jamal, sapaannya, mengatakan belum pernah melihat kajian akademik dari kebijakan kampus merdeka yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim.

Prof Jamal menjadi salah satu pembicara dalam diskusi Forum Dosen di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Kota Makassar, Kamis (13/2/2020) sore.

"Barangkali kita tidak lihat naskah kajian akademiknya," katanya di hadapan forum dosen, Kamis (13/2/2020) sore.

Dr Adi Suryadi Culla yang menjadi moderator sempat melontarkan pertanyaan untuk memperjelas pernyataan Prof Jamal.

"Jadi perlu dipertanyakan kajian akademiknya Prof?," kata Adi Suryadi Culla.

"Kita perlu kritisi apa ada kajian akademiknya," jawab Prof Jamal.

Jamal menilai, kebijakan kampus merdeka dan merdeka belajar lahir dan asumsi Nadiem tentang konsep pendidikan di Amerika Serikat.

Menurutnya, Indonesia memiliki perbedaan kultur dan budaya dengan Amerika Serikat. Oleh karena itu, katanya, penerapan kebijakan kampus merdeka tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

"Saya selalu yakin apa yang diputuskan Pak Menteri sudah dikaji matang-matang. Tapi Pak Menteri cukup cepat, sebaiknya jangan buru-buru," ucapnya.

"Asumsinya selalu seperti Harvard. Kemerdekaan mahasiswa sudah lama. Tapi harusnya perlahan-lahan. Karena Indonesia ada perbedaan budaya," terangnya.

Prof Jamal menduga gagasan Mendikbud Nadiem Makarim belum menyentuh dan memahami kondisi lapangan tentang dunia pendidikan Indonesia.

Apalagi, katanya, fakta akses pendidikan yang disampaikan oleh Mantan Rektor UNM Prof Arismunandar mengalami penurunan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Ada kemungkinan asumsi Pak Menteri tidak sampai ke realita di lapangan. Apalagi kita turun ke angka 18 persen. Kapan kita samai Malaysia," terangnya.

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved