Forum MWA se Indonesia, Komjen (Purn) Syafruddin: Semoga Anda Tidak Tamalanrea ke Makassar

Forum MWA di Unhas adalah kelanjutan dari forum serupa di Universitas Diponegero (Undip) Semarang, Jawa Tengah, akhir November 2019 lalu.

Dok. Tribun Timur
Forum MWA se-Indonesia di Gedung Center of Microfinance Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (12/2/2020) pagi. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin Komjen (Pol) Drs Syafruddin MSi mengingatkan arti kata Tamalanrea,
di pembukaan Forum MWA se-Indonesia di Gedung Center of Microfinance Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (12/2/2020) pagi.

"Sebagai tuan rumah, saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada MWA 11 perguruan tinggi negeri berbadan hukum atas kepercayaan menyelenggarakan pertemuan yang berlokasi di Tamalanrea (bahasa Makassar) yang artinya tak jemu-jemu.
Semoga bapak-ibu betah dan tak bosan selama berada di Makassar, sekaligus untuk memperkenalkan Unhas lebih dekat dan mengeksplorasi keindahan Sulawesi Selatan," ujar mantan MenPAN-RB (2018-2019) di awal sambutan resmi tertulisnya.

Kampus Unhas memang berlokasi di Tamalanrea, kecamatan di ujung timur kota Makassar, sekaligus kawasan kediaman orangtua Syafruddin di Perumdos Unhas, Tamalanrea, sekitar 1.1 km tenggara kampus.

Forum yang dihadiri 11 ketua MWA se-Indonesia ini juga dihadiri, Gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah, Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Palubuhu, Plt Wali Kota Makassar M Iqbal Suaeb, para petinggi dan perwakilan senat mahasiswa se-Unhas.

Forum MWA se-Indonesia di Gedung Center of Microfinance Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (12/2/2020) pagi.
Forum MWA se-Indonesia di Gedung Center of Microfinance Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (12/2/2020) pagi. (dok. tribun timur)

MWA adalah semacam "elite pengurus yayasan" kampus negeri berbadan hukum di Indonesia, PTN-BH.

Forum ini berlangsung Selasa (11/2/2020) hingga Kamis (13/2/2020).

Delegasi dan ketua 11 MWA yang dijadwalkan hadir antara lain;Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA (UGM), Prof. Drh. Wiku B. B. Adisasmito, M.Sc., Ph.D (Univeritas Indonesia), Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (IPB Bogor), Ir. Yani Panigoro, M.M (IPB), Drs. H. Panusunan Pasaribu, MM (USU Medan)

Selanjutnya, Prof. Dr. Ida Nurlinda, SH, M (Unpad Bandung), Jenderal TNI (Purn.) H. Agum Gumelar, M.Sc (UPI Bandung), Prof. Dr. Esmi Warassih Pudjirahayu, SH, MS.(Undip Semarang), Prof. Dr. Muhammad Amin, dr. Sp.P(K) (Unair Surabaya), Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, (ITS Surabaya), dan Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Syafruddin, M.Si. (Unhas Makassar).

Forum di Unhas adalah kelanjutan dari forum serupa di Universitas Diponegero (Undip) Semarang, Jawa Tengah, akhir November 2019 lalu.

Sebelas PTN-BH yang hadir di Makassar mengutus ketua, dan anggota mejelis yang terdiri dari wakil, sekretaris, dan anggota.

Jumlah delegasi antara 7 hingga 13 orang.

Delegasi dari 11 MWA itu dari Undip Semarang, UGM Yogyakarta, UI Jakarta, ITB Bandung, IPB Bogor, ITS Surabaya, Unair Surabaya, USU Medan, Unpad Bandung, UPI Bandung, dan juga UNHAS selaku tuan rumah.

Adanya forum ini dilatarbelakangi oleh permasalahan-permasalahan MWA yang ada pada masing-masing PTN-BH.

MWA se-Indonesia merasa membutuhkan kesatuan pandangan dalam melihat solusi bersama yang berkaitan dengan pelaksanaan PTN-BH dan pemangku kebijakan yang dalam hal ini adalah Pemerintah Indonesia.

Selain itu, adanya forum ini juga diharapkan mampu menjalin sinergitas dalam mewujudkan peran MWA yang optimal dalam mengelola dan mewujudkan kemandirian PTN-BH.(*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved