Penjelasan Lengkap Humas Unhas Soal Stan 'Seadanya' Milik Unhas Saat Ikut Pameran Pendidikan
Dibandingkan kampus lain, stan Unhas yang notabene perguruan tinggi negeri peringkat ke-8 versi Kemenristekdikti tahun 2019 tersebut dinilai seadanya.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN-TIMUR.COM-Booth atau stan milik Universitas Hasanuddin dalam pameran pendidikan bertajuk 2nd Indonesia Edutech 2020 yang digelar Jakarta Convention Center pada 6-9 Februari 2020 menuai kritikan.
Dibandingkan kampus lain, stan Unhas yang notabene perguruan tinggi negeri peringkat ke-8 versi Kemenristekdikti tahun 2019 tersebut dinilai seadanya.
Dari foto yang dibagikan sebuah akun di Twitter atas nama Fachrul Reza @fcrza, dalam stan Unhas hanya ada tiga meja dan enam kursi, tanpa hiasan apalagi inovasi yang sudah diciptakan.
• Masuk Top 10 PTN Terbaik di Indonesia, Booth Unhas Ikut Pameran Tuai Cibiran Netizen di Twitter
Pada bagian backdrop terdapat spanduk bertuliskan Welcome Hasanuddin University.
Sementara di bagian samping menampilkan visi dan misi Unhas, serta daftar program studi binaan di Unhas.
Foto yang diunggah Fachrul Reza disandingkan dengan stan milik Binus University yang tampak lebih kekinian.
"kampus ku dan kampus orang, ketinggalan kelasnya jaaaaaauuuuuuuuuuuh pake banget. padahal event gede :((,"tulis @fcrza.
Foto yang dibagikan tersebut pun mendapat respon negatif dari netizen yang merupakan mahasiswa ataupun alumni Unhas.
Mereka menilai stan Unhas harusnya mencerminkan nama besar yang sudah dimiliki Unhas dengan segala prestasi dan keunggulannya.
• Malu-maluin! Bandingkan Booth Unhas dengan Kampus Lain Ikut Pameran, Humas Unhas Ishaq Rahman Kaget
Melihat hal tersebut, Humas Unhas, Ishaq Rahman memberikan klarifikasiny.
Bukan melalui akun official Unhas di @hasanuddin_univ, Ishaq Rahman menulis sebuah utasan di akun pribadinya di Twitter @thepappito.
Ada sembilan penjelasan terkait stan 'seadanya' milik Unhas yang viral di Twiiter. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Terkait heboh booth Unhas di sebuah pameran di Jakarta hari ini, perkenankan saya sebagai Humas @hasanuddin_univ menyampaikan respon. Mohon bantuan untuk di RT.
Kami pertama-tama menyampaikan terima kasih atas masukan, kritikan, dan saran untuk perbaikan ke depan.
2. Keikutsertaan Unhas dalam event promosi dapat dilakukan oleh beberapa unit, tergantung tujuannya.
Tingkat keketatan masuk Unhas adalah 4% s.d. 5%.
Sebagai gambaran, tahun 2019 ada 128.000 calon mahasiswa memilih Unhas, yang diterima 6.300 atau 4.9%.
3. Jadi, Unhas ikut ajang promosi bukan bertujuan menjaring calon mahasiswa. Ada tujuan lain, misalnya memperkenalkan inovasi, mempromosikan kelas internasional, atau sebagai ajang "branding".
Kami tetap memandang penting event pameran, expo, dan sejenisnya.
4. Selama ini, Unhas bersifat selektif dalam mengikuti ajang pameran. Direktorat Komunikasi akan memberikan asesmen terkait urgensi dan pertimbangan lain, perlu tidaknya kita berpartisipasi dalam event pameran.
Apalagi, pameran membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
5. Terkait heboh booth Unhas yang viral pada expo di Jakarta, kami sebelumnya telah menerima undangan berpartisipasi sejak beberapa bulan lalu.
Direktorat Komunikasi tidak merekomendasikan untuk mengikuti expo tsb. Kami baru mengetahui bahwa ada stand Unhas melalui sosmed.
6. Peristiwa ini menjadi catatan bagi kami untuk segera melakukan tindakan internal demi pembenahan terutama dalam aspek koordinasi.
Sekarang bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Yang pasti peristiwa ini menjadi catatan sangat penting untuk perbaikan.
7. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan peristiwa ini, khususnya kepada alumni dan sivitas akademika.
Kita akan terus melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjadikan Unhas sebagai almamater yang layak dibanggakan.
8. Dari 3.800-an perguruan tinggi (PT) se-Indonesia, Unhas terbaik peringkat ke-8 nasional, memiliki guru besar/profesor terbanyak diantara seluruh PT.
Sebanyak 27 dari 62 prodi S1 (44%) telah terakreditasi internasional.
Itu adalah sebagian dari banyak hal yang patut...
9. ....membuat kita bangga sebagian bagian dari Unhas.
Semoga peristiwa ini tidak menjadikan kita berhenti mencintai almamater.
Mohon dukung kami, dengan saran dan kritik, untuk terus membenahi Unhas.
Terima kasih.
Profil Universitas Hasanuddin
Universitas Hasanuddin (Unhas) adalah universitas negeri terkemuka di Indonesia timur.
Kampus utamanya berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Unhas saat ini mengelola 15 fakultas. Terdiri 11 fakultas eksakta dan 4 fakultas non-eksakta.
Eksakta
Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran Gigi
Fakultas Farmasi
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Teknik
Fakultas Kehutanan
Fakultas Peternakan
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
Fakultas Pertanian
Fakultas Keperawatan
Non-Eksakta
Fakultas Hukum
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Fakultas Ilmu Budaya
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jalur Seleksi Penerimaan
Universitas Hasanuddin memiliki 3 jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, yaitu:
Satu: Jalur SNMPTN
Singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
SNMPTN adalah seleksi penerimaan calon mahasiswa tanpa ujian tulis. Hanya dapat diikuti oleh siswa kelas 12 yang akan mengikuti Ujian Nasional pada tahun itu.
Dilaksanakan secara nasional berdasarkan prestasi akademik sesuai ketentuan SNMPTN.
Dua: Jalur SBMPTN
Singkatan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri.
SBMPTN adalah seleksi penerimaan calon mahasiswa melalui ujian tulis. Dapat diikuti oleh lulusan 3 tahun terakhir.
Terdiri dari 3 jenis kelompok ujian yaitu kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek), kelompok ujian Sosial dan Humaniora (Soshum), dan kelompok ujian Campuran (gabungan Saintek dan Soshum).
Tiga: Jalur Mandiri
Jalur Mandiri adalah seleksi penerimaan calon mahasiswa yang dilaksanakan oleh Universitas Hasanuddin.
Kuota yang disediakan untuk Jalur Mandiri adalah maksimal 30%. Jalur Mandiri yang dilaksanakan terbagi atas 3, yaitu:
1. JNS (Jalur Non Subsidi)
Jalur yang menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik di samping kemampuan finansial.
Hanya dapat diikuti oleh calon mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus jalur SBMPTN. Skor hasil ujian diurutkan, lalu dialokasikan pada program studi pilihannya.
Ketentuannya, peserta dengan nilai lebih baik diprioritaskan dialokasikan lebih dulu.
Peserta JNS hanya diperbolehkan memilih 2 program studi yang sama atau berbeda dengan program studi yang dipilih saat SBMPTN.
2. POSK (Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan)
POSK adalah salah satu jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik/olahraga/seni/keilmuan.
Hanya dapat diikuti oleh peserta calon mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus jalur SBMPTN.
Penilaian terhadap peserta jalur POSK dilakukan berdasarkan skor nilai SBMPTN dan nilai ujian keterampilan/bukti prestasi yang bersangkutan.
POSK hanya diperbolehkan memilih 1 program studi.
Program Studi yang tidak dapat dipilih melalui Jalur POSK yaitu Pendidikan Dokter, Keperawatan, Kedokteran Hewan, Fisioterapi, Pendidikan Dokter Gigi, Psikologi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Arkeologi, dan Ilmu Sejarah.
3. Kelas Internasional (International Undergraduate Program)
Hanya dapat diikuti oleh calon mahasiswa lulusan 2 tahun terakhir.
Kuota yang disediakan untuk Kelas Internasional adalah maksimum 20 orang per program studi.
Bahasa pengantar kuliah pada program ini adalah Bahasa Inggris dengan kurikulum yang mengikuti kurikulum program reguler yang telah disesuaikan dengan universitas mitra di luar negeri.
Program ini juga mewajibkan mahasiswa untuk belajar di universitas mitra Unhas di luar negeri minimal satu sampai enam bulan (Study Abroad or Visiting) selama masa studinya.
REKTOR
Prof Mr AG Pringgodigdo (1956-1957)
Prof Mr KRMT Djokomarsaid (1957-1960)
Prof Arnold Mononutu (1960-1965)
Letkol Dr M Natsir Said SH (1965-1969)
Prof Dr A Hafid (1969-1973)
Prof Dr Ahmad Amiruddin (1973-1982)
Prof Dr A Hasan Walinono (1982-1984)
Prof Dr Ir Fachruddin (1984-1989)
Prof Dr Basri Hasanuddin MA (1989-1997)
Prof Dr Ir Radi A Gany (1997-2006)
Prof Dr dr Idrus A Paturusi SpBO (2006-2014)
Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA (2014-sekarang)
UNIT KEGIATAN MAHASISWA
Menjadi mahasiswa Unhas dapat bergabung di beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) tingkat universitas maupun tingkat fakultas hingga jurusan.
Pada tingkat universitas, terdapat banyak UKM. Di antaranya:
UKM Hockey
UKM Sepak Bola
UKM Bola Basket
UKM Bola Voli
UKM Shorinji Kempo
UKM Pencak Silat
UKM Tenis Meja
UKM Catur
UKM Softball/Baseball
UKM Renang
UKM Perbakin
UKM Tae Kwon Do
UKM Karate-Do
UKM Bidang Khusus
UKM KSR PMI
UKM Pramuka
UKM Resimen Mahasiswa
UKM SAR
UKM Korps Pecinta Alam
UKM Koperasi Mahasiswa
UKM KPI
UKM Bidang Seni
UKM Teater Kampus
UKM Paduan Suara Mahasiswa
UKM Seni Tari
UKM Pantun dan Seni Kreatif
UKM Fotografi
PUSAT PENELITIA DAN PENGEMBANGAN (PUSLITBANG)
Universitas Hasanuddin memiliki sebelas pusat penelitian dan pengembangan (Puslitbang) yakni:
Pusat Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Kesehatan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Gender
Pusat Penelitian dan Pengembangan Dinamika Masyarakat, Budaya dan Humaniora
Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi
Pusat Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup
Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah, Tata Ruang dan Informasi Spasial
Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Manajemen
Pusat Penelitian dan Pengembangan Energi dan Kelistrikan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Natural Heritage, Biodiversity and Climate
Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir dan Pulau Kecil
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam
SEJARAH
Unhas resmi berdiri pada 10 September 1956. Kampus Unhas pertama berdiri di kawasan Bara-Baraya, dekat dari Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pada 1981, aktivitas perkuliahan dipindahkan dari Bara-Baraya ke Jalan Perintis Kemerdekaan km 10, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Ada tiga fakultas yang menjadi cikal bakal kehadiran Unhas yakni Fakkultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran.
Ketiga fakultas ini lebih dulu hadir di Makassar. Pertama, kehadiran fakultas eonomi cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UIN) di Makassar pada 1947.
FE Cabang FE UI ini sempat dibekukan karena Makassar dilanda kekacauan. Baru dibuka lagi pada 7 Oktober 1953. Dipimpin Prof Drs GHM Riekerk.
Kedua, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat cabang Fakultas Hukum UI Jakarta. Resmi didirikan 3 Maret 1952. Dekan pertamanya, Prof Mr Djokosoetoono yang juga Dekan FH UI.
Ketiga, Fakultas Kedokteran Makassar yang diresmikan Menteri P dan K Prof Mr R Soewandi pada 28 Januari 1956.
Berkat usaha Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading yang disetujui Kementerian PP dan Kebudayaan RI pada .
Diawali Rapat Dewan Menteri 22 Oktober 1953. Menetapkan Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran di Makassar.
Diketuai Syamsuddin Daeng Mangawing dan Muhaammad Rasyid Daeng Sirua sebagaii sekretaris. Anggotanya JE Tatengkeng, Andi Patiwiri, dan Sampara Daeng Lili.
Ketiga fakultas ini kemudian melebur menjadi bagian dari Universitas Hasanuddin pada 10 September 1956.
Setelah Unhas berdiri, satu per satu fakultas dibentuk.
- 8 September 1960: Fakultas Teknik Unhas resmi terbentuk. Diketuai Ir J Pongrekun dan Ir Ramli Cambari sebagai sekretaris.
- 3 November 1960: Fakultas Sastra terbentuk
- 1 Februari 1961: Fakultas Sosial Politik terbentuk. Awalnya fakultas ini merupakan perguruan tinggi swasta bernama Fakultas Tata Praja Universitas 17 Agustus 1945 yang didirikan Mr Tjia Kok Tjiang.
Dekan pertama FIS Unhas Mr Sukamto. Sekretarisnya Abdullah Amu. Kini Berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya.
- 17 Agustus 1962: Fakultas Pertanian resmi terbentuk dan menjadi fakultas ke-7 di Unhas.
- 17 Agustus 1963: Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam terbentu. Kini menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA):
- 4 Mei 1964: Fakultas Peternakan Unhas terbentuk. Cikal bakal fakultas ini berasal Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) Makassar yang berstatus swasta/ Terbentuk sejak 10 Oktober 1963.
- 1983: Fakultas Kedokteran Gigi Unhas terbentuk. Awalnya Jurusan Kedokteran Gigi Unhas (1970).
Cikal bakalnya berasal dari Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso, 23 Januari 1969. Dirintis Laksamana Mursalim Dg Mamanggun SH mewakili TNI AL. Berkedudukan di Kota Makassar.
- 5 November 1982: Fakultas Kesehatan Masyarakat didirikan. Awalnya hanya meneirma tamatan diploma tiga kesehatan. Nanti 1987, menerima mahasiswa tamatan SMA. FKM merupakan fakultas ke-11 lingkup Unhas.
- 29 Januari 1996: Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan terbentuk
- 14 Maret 2007: Fakultas Kehutanan
- 14 November 2007: Fakultas Farmasi.
ALUMNI
Para alumni Unhas telah banyak berkiprah di berbagai profesi di Indonesiia maupun di luar negeri.
Tak sedikit alumninya dipercaya mengemban amanah sebagai pejabat strategis di Indonesia. Di antaranya:
- M Jusuf Kalla (Wakil Presiden ke-10 dan 12)
- Dr Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian 2019-sekarang)
- Dr Abraham Samad SH MH (Ketua KPK 2011-2015)
- Dr Amran Sulaiman MP (Menteri Pertanian 2014-2019)
- Hamid Awaluddin PhD (Menteri Hukum dan HAM ke-26 periode 20 Oktober 2004 – 9 Mei 2007)
- Andi Mattalata (Menteri Hukum dan HAM Indonesia ke-27 masa jabatan 9 Mei 2007 – 20 Oktober 2009)
- Dr Harifin Andi Tumpa MH (Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia periode 2009-8 Februari 2012)
- Dr Hamdan Zoelva SH MH (Ketua Mahkamah Konstitusi RI keempat periode 2013-2015)
- Prof Dr Muhammad Alhamid SIP Msi (Ketua Bawaslu periode 2012–2017)
- Prof Dr HM Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan periode 2019-sekarang). (*)
Sumber:
- https://unhas.ac.id/
- tribun-timur.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/penjelasan-lengkap-humas-unhas-soal-stan-seadanya-milik-unhas-saat-ikut-pameran-pendidikan.jpg)