Pelantikan Pejabat Pemprov Sulsel

ASN Pemprov Sulsel Sudah Meninggal Tetap Diberi Jabatan, Selle Pertanyakan Kepedulian Pimpinan

Hal itu setelah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah meninggal dunia, namanya diumumkan untuk menduduki jabatan eselon III.

ASN Pemprov Sulsel Sudah Meninggal Tetap Diberi Jabatan, Selle Pertanyakan Kepedulian Pimpinan
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Restrukturisasi dan penempatan pejabat Pemprov Sulawesi Selatan jadi perbincangan di kalangan staf Pemprov Sulsel.

Hal itu setelah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah meninggal dunia, namanya diumumkan untuk menduduki jabatan eselon III.

Pejabat itu adalah Muhammad Hidayah Syafei.

Almarhum merupakan pejabat Penata Tingkat I III/D yang dilantik menjadi Kepala Seksi Informasi dan Pengendalian UPT Penyelenggaran Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah VI yang wilayah kerjanya berada di Kabupaten Bulukumba.

OPD almarhum dibawah naungan Dinas Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang.

"Barusan saya bicara dengan kepala BKD, memang ada yang meninggal dari PSDA, itu meninggalnya 1 hari sebelum pelantikan, artinya SK itu digodok jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga tidak bisa lagi ada perubahan," kata Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle.

Terkait itu, Selle pun menyoroti restrukturisasi dan penempatan pejabat di lingkup Pemprov Sulsel.

"Itu kecelakaan administrasi namanya kalau begitu. Masa ada anggota yang meninggal pimpinan tidak tahu? Artinya kan patut kita pertanyakan kepedulian atasan, ada anak buahnya yang meninggal tidak tahu, lalu kemudian dipromosi lagi dapat jabatan," ujar Selle.

Selle mengaku sudah mengecek langsung ke Kepala BKD Sulsel Asri Sahrun Said terkait pejabat yang telah meninggal dunia namun diberi jabatan.

Ia pun mempersoalkan dengan sistem tersebut harusnya BKD dapat dengan mudah mendeteksi rekam jejak pejabat, termasuk jika ada yang meninggal dunia.

"Pada saat keluarga ini berduka masa pimpinan tidak tahu, lucu. Logikanya kan pada saat berduka, ini kan kalau kita di satu atap rumah besar dalam pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan. Jangankan pegawai tetap, pegawai tidak tetap saja yang orang biasa sebut honorer, ketika dia mengalami musibah apalagi kematian kan mestinya atasannya tahu, mestinya pimpinannya tahu," jelasnya.

Sekedar diketahui dalam pelantikan ini itu berjumlah 629 pejabat. Adapun pejabat yang dikukuhkan dari eselon II 7 orang, eselon III 194 orang dan eselon IV 428.

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved