RILIS

LLDIKTI IX Fasilitasi Masalah Transkrip Nilai Mahasiswa UKI Paulus Makassar

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin MSi melakukan pertemuan dengan pimpinan UKI Paulus Makassar

LLDIKTI IX Fasilitasi Masalah Transkrip Nilai Mahasiswa UKI Paulus Makassar
DOK FTI UMI
Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Jasruddin 

MAKASSAR - Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin MSi didampingi Sekretaris LLDIKTI, Drs Andi Lukman M.Si, jelang salat Jumat, 31 Januari 2020, melakukan pertemuan dengan pimpinan UKI Paulus Makassar di ruang kerjanya, dengan harapan bisa menjadi fasilitator untuk pertemuan antara Pimpinan UKI Paulus dengan mahasiswa.

Pada pertemuan itu juga dibahas masalah belum dikeluarkannya transkrip nilai salah seorang mahasiswa alumni UKI Paulus.

Untuk masalah ini, Rektor UKI Paulus, Dr Agus Salim SH MH, memberikan jaminan bahwa masalah ini akan diselesaikan segera ketika mahasiswa bersangkutan datang menghadap untuk mengambil transkrip nilai dengan membawa semua persyaratan.

Persoalan tanda tangan yang dipermasalahkan selama ini akan diselesaikan oleh Rektor UKI Paulus.

Selain itu hasil pertemuan intinya adalah pimpinan UKI Paulus menjelaskan bahwa sanksi yang diberikan sudah melalui proses yang benar dan telah bersifat final sehingga dialog dengan mahasiswa yang mendapatkan sanksi dianggap tidak perlu lagi.

Pertemuan sebelumnya LLDIKTI IX dengan para mahasiswa di kantor LLDIKTI di tegaskan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi tidak dapat mengintervensi peraturan yang dikembangkan dan dijalankan oleh yayasan dan pimpinan perguruan tinggi.

Dijelaskan, itulah sebabnya sehingga AD/ART, statuta, standard akademik dan peraturan lainnya yang dikembangkan oleh yayasan dan pimpinan perguruan tinggi tidak dapat diintervensi oleh LLDIKTI sepanjang tidak ada peraturan pemerintah yang dilangga

Komunikasi yang dilakukan oleh LLDIKTI dengan perguruan tinggi yang bukan merupakan tupoksi LLDIKTI hanyalah komunikasi nonformal yang sangat tergantung dari kesediaan pimpinan perguruan tinggi.

LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi juga tidak dapat melarang mahasiswa yang ingin mencari keadilan melalui jalur hukum yang berlaku. Bahkan, LLDIKTI tidak dapat menolak jika diperlukan oleh pengadilan untuk memberikan keterangan tentang peraturan akademik yang berlaku secara umum di Indonesia, kata Prof Jasruddin.

Setelah mendengar penjelasan ini, para mahasiswa dapat memahami posisi LLDIKTI yang berkaitan dengan masalah yang sedang mereka alami.

Inilah sangat diapresiasi oleh pimpinan LLDIKTI. Dialog berlangsung dengan baik dan penuh kekeluargaan. LLDIKTI dapat memahami jika ada ketidakpuasan dari mahasiswa karena LLDIKTI tidak dapat memenuhi semua harapan para mahasiswa.

Berdasarkan pengalaman pimpinan LLDIKTI Wilayah IX, selama berdialog dengan mahasiswa bersama pimpinan lembaga dari beberapa perguruan tinggi terakhir ini memberi isyarat.

Bahwa LLDIKTI harus berupaya melakukan penyamaan persepsi bersama pimpinan perguruan tinggi di Wilayah IX tentang pengembangan standar akademik, sehingga aktifitas lembaga kemahasiswaan dapat menunjang sepenuhnya kegiatan tridharma perguruan tinggi, dengan tidak bermaksud mengintervensi otonomi masing-masing perguruan tinggi.

Di masa depan, sangat diharapkan aktivitas lembaga kemahasiswaan sejalan dengan kebijakan perguruan tinggi dalam mempersiapkan alumni yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.Melalui kegiatan intra-kurikuler dan kegiatan eks-trakurikuler, katanya.

Lembaga kemahasiswaan seharusnya menjadi mitra PTS dan dijadikan sarana pembinaan dan pengembangan daya kritis, kreatifitas, dan inovasi mahasiswa sehingga akan menjadi alumni sesuai dengan harapan dan keinginan stakeholder. 

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved