TRIBUN WIKI

Menilik Sejarah Fort Rotterdam Makassar, Filosofi Penyu hingga Jadi Saksi Kalahnya Sultan Hasanuddin

Fort Rotterdam atau Benteng Rotterdam dikenal sebagai peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo jaman dulu di Kota Makassar.

Menilik Sejarah Fort Rotterdam Makassar, Filosofi Penyu hingga Jadi Saksi Kalahnya Sultan Hasanuddin
Desi Triana
Menilik Sejarah Fort Rotterdam Makassar, Filosofi Penyu hingga Jadi Saksi Kalahnya Sultan Hasanuddin 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Fort Rotterdam atau Benteng Rotterdam dikenal sebagai peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo jaman dulu di Kota Makassar.

Dulu benteng ini dijuluki dengan Benteng Ujung Pandang (Jump Pandang).

Diketahui benteng ini berdiri pada tahun 1545 dari Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung.

Asal Mula

Fort Rotterdam di Jl Ujung Pandang, Makassar
Fort Rotterdam di Jl Ujung Pandang, Makassar (Desi Triana)

Benteng ini dibuat dengan bahan dasar tanah liat.

Kemudian pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin merubah konstruksi benten ini menjadi batu padas.

Batu padas adalah batu yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.

Berbentuk Penyu

Begini penampakan Benteng Fort Rotterdam, Makassar, yang diabadikan menggunakan kamera drone di pinggir pantai sebelah barat Jl Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (4/1/2018).
Begini penampakan Benteng Fort Rotterdam, Makassar, yang diabadikan menggunakan kamera drone di pinggir pantai sebelah barat Jl Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (4/1/2018). (Sanovra/tribun-timur)

Jika dlihat dari atas, Benteng Rotterdam seperti ekor penyu yang merangkak ke lautan seperti ingin turun.

Ya, benteng ini sangat dekat dengan laut atau pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved