PSM Makassar

Appi dan Bojan Minta Pemain Tidak Larut Euforia Kemenangan Atas Lalenok United, Simak Alasannya

meski unggul dengan agregat gol jauh dari Lalenok, Pelatih Bojan Hodak dan CEO Munafri Arifuddin kompak meminta pemain jangan terjebak euforia

Appi dan Bojan Minta Pemain Tidak Larut Euforia Kemenangan Atas Lalenok United, Simak Alasannya
Rizal Fanani/Tribun Bali
Momen perebutan bola saat pertandingan Lalenok UNited versus PSM di Stadion I Wayan Dipta, Rabu (22/1) 

Appi dan Bojan Minta Pemain Tidak Larut Euforia Kemenangan Atas Lalenok United, Simak Alasannya

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM unggul telak 4-1 atas Lalenok United pada leg pertama play-off AFC Cup yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/1/2020).

Gol kemenangan dicetak Ferdinand Sinaga (tiga gol) dan Giancarlo Rodrigues.

Ferdinand sinaga cetak hattrick ke gawang Lalenok United
Ferdinand sinaga cetak hattrick ke gawang Lalenok United (Rizal Fanani/Tribun Bali)

Namun, meski unggul dengan agregat gol jauh dari Lalenok, Pelatih Bojan Hodak dan CEO Munafri Arifuddin kompak meminta pemain jangan terjebak euforia kemenangan.

Perjuangan masih belum berakhir karena masih ada leg kedua di Stadion Pakansari, Bogor pada 29 Januari mendatang.

Bojan bahkan terang-terangan memberi kritik kepada Wiljan Pluim Cs.

Menurut pelatih berkebangsaan Kroasia itu, penampilan pemain selama 2x45 menit masih jauh dari harapan.

"Performa belum bagus," ujarnya usai pertandingan.

Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak
Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak (Tribun Timur/Ocha Alim)


Ia tak menampik, minimnya masa persiapan dengan kehadiran sejumlah pemain baru menjadi kendala utama. Sebelum lawan Lalenok memang PSM baru menggelar latihan selama 10 hari.

Teknik bermain, kondisi fisik dan penggarapan strategi jauh dari harapan. Sehingga menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dibenahi.

Utamanya lini pertahan. Gol cepat Lalenok di menit awal babak pertama merupakan kesalahan dari lini belakang yang tidak dapat mengantisipasi serangan dengan baik.

"Pemain namkpaknya masih butuh waktu untuk memahami satu dengan yang lain," ujarnya.

Setali tiga uang, CEO PT PSM, Munafri Arifuddin juga mewanti-wanti pemain supaya tidak cepat puas dengan kemenangan tersebut.

Ia tak ingin rasa puas itu kemudian menjadi bumerang di kemudian hari.

Menurutnya masih terlalu dini menganggap tim sudah bermain sesuai harapan.

CEO PT PSM, Munafri Arifuddin saat ditemui di Stadion Mattoanging, Makassar saat sesi latihan perdana tim di tahun 2020.
CEO PT PSM, Munafri Arifuddin saat ditemui di Stadion Mattoanging, Makassar saat sesi latihan perdana tim di tahun 2020. (wahyu/tribun-timur.com)

Appi yang turut hadir menyaksikan aksi pemain di stadion menyebut tim terlihat belum padu, dan banyak kesalahan tak perlu justru dilakukan.

"Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya permainan kian padu. Tentu semua sektor tetap harus dibenahi lagi," tegas Munafri. (*)

Pelajari Rekaman

Tiba di Jakarta, Bojan mengaku akan mempelajari video pertandingan lawan Lalenok.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ilham Mulyawan Indra
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved