Jembatan Faer Roboh

Jembatan di Kampung John Kei Roboh Saat Pengerjaan, ACC: Ada Potensi Korupsi

Aktivis Anti Corruption Committee (ACC) mengindikasi, ada potensi korupsi dalam proyek Jembatan Faer, Maluku Tenggara.

Jembatan di Kampung John Kei Roboh Saat Pengerjaan, ACC: Ada Potensi Korupsi
Istimewa
Jembatan Faer di Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, terputus. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Aktivis Anti Corruption Committee (ACC) mengindikasi, ada potensi korupsi dalam proyek Jembatan Faer, Maluku Tenggara.

Pasalnya, proyek jembatan Faer memakai APBN anggaran 2019, tiba-tiba saja roboh disaat pengerjaan, beberapa waktu lalu.

"Dalam kasus ini potensi korupsi bisa saja terjadi," ungkap Direktur Pekerja ACC, Abd. Kadir Wokanubun, Sabtu (18/1/2020) pagi.

Didalam proyek ini, anggaran APBN yang dikucurkan Balai Jalan Nasional dengan nilai kontraknya adalah Rp 6,285 Miliar.

Peristiwa terputusnya jembatan Faer juga jadi sorotan dan perhatian masyarakat dan mahasiswa di Maluku Tenggara, Maluku.

Untuk itu lanjut Kadir, ini penting memang aparat penegak hukum segera mendalami robohnya jembatan di Maluku Tenggara.

"Bisa saja pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, karena ini terkait dengan kualitas pada bahan yang digunakan," jelas Kadir.

Olehnya itu, aktivis ACC meminta aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan agar mendalami kasus itu.

Sementara itu, salah satu aktivis sekaligus putra daerah Maluku Tenggara, Sulaiman Yamlean juga prihatin atas kejadian itu.

"Iya prihatin, makanya selaku putra daerah (Maluku Tenggara) kami mendorong agar ini diusut penegak hukum," tegas Sulaiman.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved