Cewek di Bawah Umur Dijajakan di WhatsApp Rp 500 Ribu, Anak SMK di MiChat

Cewek di bawah umur dijajakan di WhatsApp Rp 500 ribu, anak SMK di MiChat. Dua kasus prostitusi online akhirnya dibongkar polisi.

Cewek di Bawah Umur Dijajakan di WhatsApp Rp 500 Ribu, Anak SMK di MiChat
HANDOVER
Cewek di bawah umur dijajakan di WhatsApp Rp 500 ribu, anak SMK di MiChat. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Cewek di bawah umur dijajakan di WhatsApp Rp 500 ribu, anak SMK di MiChat.

Dua kasus prostitusi online akhirnya dibongkar polisi.

Kepolisian Resor (Polres) Jombang Jawa Timur, meringkus 2 orang yang diduga melakukan praktek prostitusi online.

Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiyono mengungkapkan, praktek prostitusi dilakukan oleh keduanya dengan memanfaatkan aplikasi pesan WhatsApp.

Kedua orang yang disebut sebagai mucikari dalam praktek prostitusi online tersebut adalah PA (22), warga Desa Godong, Kecamatan Gudo serta AMS (22), warga Desa Gempol Legundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ( Jatim ).

Budi mengatakan, keduanya ditangkap polisi pada 11 Januari 2019, setelah menawarkan seorang anak perempuan di bawah umur kepada pria hidung belang, melalui aplikasi WhatsApp.

"Jadi, foto korban ini dipajang oleh kedua tersangka untuk dijajakan kepada pria hidung belang," ujar Budi, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Jombang, Jumat (17/1/2019).

Praktik PA dan AMS yang menawarkan sosok kepada laki-laki hidung belang, terendus polisi diawali dengan adanya laporan dan informasi dari masyarakat.

Berdasarkan informasi itu, polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya meringkus PA dan AMS dari rumah masing-masing.

Budi mengungkapkan, praktek prostitusi yang dijalankan oleh PA dan AMS sebelum diringkus polisi, yakni menawarkan 'bunga' yang masih anak-anak kepada seorang dengan harga Rp 500.000 untuk sekali kencan.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved