Breaking News:

Video Viral di WhatsApp, Detik-detik Cewek Ditampar dan Ditendang 'Kak Riska' di Ranjang, HP Direbut

Video viral di WhatsApp, detik-detik cewek ditampar dan ditendang 'Kak Riska' di ranjang, HP direbut.

SCREENSHOT VIA GRUP WHATSAPP
Video viral di WhatsApp, detik-detik cewek ditampar dan ditendang 'Kak Riska' di ranjang, HP direbut. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Video viral di WhatsApp, detik-detik cewek ditampar dan ditendang 'Kak Riska' di ranjang, HP direbut.

Sedang viral melalui grup aplikasi pesan instan WhatsApp di Makassar, Sulsel, video pendek berdurasi 30 detik menampilkan penganiayaan oleh seorang perempuan muda kepada sesama perempuan.

Usia pelaku diduga lebih tua dari korban karena disapa dengan sebutan "kak".

Peristiwa ini diduga terjadi di dalam kamar, di tempat tidur.

Tampak di belakang korban terdapat gitar dan helm.

Belum diperoleh informasi, kapan dan di daerah mana peristiwa ini terjadi, serta siapa perekamnya.

Belum diketahui pula penyebab penganiayaan.

Tampak korban mengenakan kaos lengan pendek, begitu pula dengan pelaku.

Pakaian mereka santai, layaknya pakaian untuk tidur atau santai di rumah.

Percakapan korban dan pelaku yang dipanggil "Kak Riska" menggunakan dialek Bugis-Makassar.

"Saya bilang," kata perempuan korban yang memangku bantal dan langsung disambut tamparan dari Riska menggunakan HP korban yang sebelumnya digenggam pelaku.

Pelaku sepertinya kesal jika foto-foto di HP-nya dilihat korban.

Pelaku berulang kali melontarkan kata-kata kotor dalam bahasa Makassar.

"Jangan-ki HP-ku deh kak Riska," kata korban seraya merebut HP-nya atau smartphone-nya dari pelaku.

Sepintas, layar smartphone diduga milik korban menampilkan percakapan dari aplikasi pesan instan.

Riska spontan mengamuk, lalu menampar dan menendang kepala korban yang sedang duduk bersila di tempat tidur.

"Temanku, temanku," kata Riska yang mengenakan kaos merek Hermes.

Korban tak melawan.

Sambil menganiaya korban, Riska berkata lagi dengan nada keras, "Jangan-ko, temanku, temanku."

Pelaku juga melontarkan lagi kata-kata kotor.

"Saya itu kubaik-baiki-ko (Saya perlakukan kamu secara baik)," kata pelaku dengan nada keras kepada korban.

Sambil berdiri dan memegang smartphone, pelaku menendang lagi kepala korban dan kakinya mendarat di wajah.

"Bukan saya curi, kak Riska," tutur korban membela dirinya.

"Siapa-ji pale (Kalau begitu, siapa)?," kata pelaku bertanya kepada korban.

"Siapa-ji, siapa-ji," kata pelaku menanggapi dan membentak korban.

Pelaku tak berhenti menampar korban, namun korban tetap tak melawan.

Sambil menatap layar smartphone digenggamnya, korban berkata, "Saya kira telepon mamaku."

Lalu ditanggapi pelaku, "Kenapa-i, telepon? Telepon-ki (Silakan telepon ibu kamu). Telepon-mi (Silakan telepon)."

Pelaku kembali merampas smartphone digenggam korban.

Korban kemudian meminta smartphone-nya, "Sini, kak Riska."

Namun, permintaan korban tak dihiraukan pelaku.

Dia malah kembali menendang kepala korban dan membentaknya," Diam-moko (Silakan diam)".

Tribun-Timur.com tak menampikan video tersebut secara utuh karena penuh dengan adegan kekerasan dan terlalu sadis.

Saat berita ini dilansir, Tribun-Timur.com masih berusaha mendapatkan keterangan dari polisi serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2019, seorang perempuan berinsial M menampar murid sekolah Dasar Sipala, Makassar pada saat pembagian rapor, Sabtu (28/12/2019).

Korban DA (8) ditampar gara-gara gagang sapu ijuknya pernah tidak sengaja mengenai kepala anak M.

Peristiwa itu terjadi saat DA menyapu ruangan kelas beberapa hari sebelumnya.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved