Rekanan Maros Tuntut Pencairan Ongkos Kerja 2019

Dana kontraktor yang tergabung di Gapeksindo tak kunjung dicarikan hingga akhir 2019.

Rekanan Maros Tuntut Pencairan Ongkos Kerja 2019
amiruddin/tribuntimur.com
Ilustrasi 

TRIBUNMAROS.COM - Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk segera membayar ongkos kerjanya.

Dana kontraktor yang tergabung di Gapeksindo tak kunjung dicarikan hingga akhir 2019.

Ketua DPC Gapeksindo Maros Andi Aco menyebutkan, seluruh pekerjaan yang digarap di 2019 belum dicairkan.

Padahal kontraktor sangat membutuhkan dana itu untuk membayar tukang dan buruh kerja.

"Bagaimana cara kami membayar mereka kalau belum ada dari Pemkab. Sekitar puluhan miliar belum dicairkan di 2019, " katanya, Kamis (9/1).

Tegur Warga yang Garap Sawah, Kadus di Mallawa Maros Dipukul Cangkul Lalu Diparangi

Tertimpa Pohon saat Melintas di Lau Maros, Korban Meninggal, Ini Identitas dan Kronologi

Simak 6 Manfaat Avocado atau Alpukat bagi Kesehatan Tubuh, Buah Kaya Rasa dengan Nutrisi yang Baik

Dia menjelaskan, pengurus Gapeksindo sampai menjual asetnya untuk membayar semua tunggakan dari pekerjaan yang digarap di 2019.

Beberapa kontraktor lain bahkan meminta bantuan dari anggota Gapeksindo untuk menutupi utangnya.

"Tukang kami juga terpaksa cari pekerjaan lain untuk mencukupi biaya keluarganya. Harusnya mereka istrahat dulu," ujar Andi Aco.

Dia menyayangkan sikap pemerintah yang tidak berkomitmen.

Padahal, jika rekanan mengalami keterlamatan kerja diganjar denda.

Halaman
123
Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved