Tribun Sulbar

Akademisi Unasman Nilai Penarikan Guru PNS dari Sekolah Swasta di Sulbar Bukan Solusi

Kebijakan penarikan guru PNS di sekolah swasta untuk memenuhi kekurangan guru dan tenaga administrasi sekolah yang ada di beberapa SMK, SMA dan SLB ne

Akademisi Unasman Nilai Penarikan Guru PNS dari Sekolah Swasta di Sulbar Bukan Solusi
Abdul Latif
Ketua Prodi PPKN Unasman Polman Abdul Latif (dok-Abdul Latif)

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulbar, terkait penarikan guru 72 PNS dari sekolah swasta juga mendapat sorotan dari akademisi Unasman, Abdul Latif.

Kebijakan penarikan guru PNS di sekolah swasta untuk memenuhi kekurangan guru dan tenaga administrasi sekolah yang ada di beberapa SMK, SMA dan SLB negeri di Provinsi Sulawesi Barat. Terbanyak di Kabupaten Mamasa.

Ketua Prodi PPKN Unasman itu mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah penanggungjawab pengelolaan pendidikan untuk tingkat SMA tanpa melihat lagi membedakan swasta dan negeri.

"Kebijakan ini bukan solusi. Provinsi dalam mengeluarkan kebijakan mestinya memperhatikan dampak yang ditimbulkan," katanya.

"Pemerintah harus mencari solusi penyelesaian masalah yang tepat, sehingga semua lembaga pendidikan terpenuhi standar penyelenggaraan pendidikannya,"kata Latif.

Pemenuhan standar pendidikan dalam hal ini tenaga pendidik di sekolah negeri, kata dia, tidak mesti harus mengorbankan pemenuhan standar pendidikan di sekolah swasta atau yang dikelola masyarakat.

"Pemerintah bukan hadir dan atau punya kewajiban untuk pemenuhan standar pendidikan di sekolah negeri saja," kata dia.

"Tapi untuk semua sekolah termasuk lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat atau swasta,"lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah atau dinas pendidikan mesti hati-hati dan punya analisis yang tepat dalam mengeluarkan kebijakan.

Hal itu harus dilakukan agar tak membawa dampak terhadap turunnya kualitas pendidkan baik di negeri maupun swasta.

"Jangan sampai niatnya menyelesaikan masalah tapi justru menimbulkan masalah yang sama. Bahkan lebih parah,"pungkasnya.(tribun-timur.com).

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

 

Penulis: Nurhadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved