Soe Hok Gie
Sahabat Soe Hok Gie di Makassar Bakal Gelar Kegiatan Budaya
Soe Hok Gie terkenal sampai sekarang karena kisahnya tertulis dalam buku Catatan Seorang Demonstran.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Seorang lelaki paruh baya mendatangi Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (3/1/2020) pukul 22.15 wita.
Penampilannya kurus, memakai jaket tebal dan topi.
Ia mencari manager print Tribun Timur, AS Kambie.
Sesaat kemudian, AS Kambie keluar ruangan dan berpelukan dengan lelaki paruh baya itu.
AS Kambie pun memperkenalkan lelaki itu. Namanya adalah Roell Sanre.
Ia tinggal di Jl Cendrawasih III/9, Makassar. Lelaki ini ingin memasang iklan kehilangan.
Tapi, dia bukan lelaki tua biasa. Ia adalah karib aktivis 70-an, Soe Hok Gie.
Soe Hok Gie terkenal sampai sekarang karena kisahnya tertulis dalam buku Catatan Seorang Demonstran.
Soe Hok Gie adalah seorang aktivis Indonesia Tionghoa yang menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto.
Ia adalah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.
Seorang aktivis tak akan sah jika tak pernah membaca buku fenomenal di kalangan aktivis seluruh Indonesia ini.
Roell Sanre adalah editor buku dari buku Catatan Seorang Demonstran yang pertama kali terbit tahun 1983.
"Kami mau terbitkan itu buku tahun 1970 tapi, ditunda karena masih ada kekhawatiran orde lama akan bangkit kembali," katanya.
Sehingga, buku itu baru diterbitkan pertama kali, 1983.
Ia pun menceritakan perjuangannya sebagai aktivis bersama Rizal Ramli (mantan Menteri Koordinator Maritim Kabinet Jokowi-JK) dan Hatta Radjasa (mantan Mensesneg era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aktivis-70-an-roell-sanre-mengunjungi-redaksi-tribun-timur1.jpg)