Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir

Nurdin Abdullah Sebut Banjir Disebabkan Perubahan Penggunaan Lahan

"Salah satu penyebab bencana yang terus setiap tahun ini karena apa? Banjir itu diakibatkan oleh perubahan penggunaan lahan,"

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ansar
abdiwan/tribun-timur.com
Suasana terkini kolam regulasi Nipa-nipa di Moncongloe perbatasan Makassar-Maros, Jumat (3/1/2020). Kolam Regulasi Nipa-nipa yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang seluas 84 hektare ini merupakan salah satu fasilitas bangunan pengendali banjir dibangun untuk mengatasi banjir di Kota Makassar, terutama akibat luapan Sungai Tallo di bagian hilir, mampu menampung air sebanyak 3,5 juta meter kubik. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), HM Nurdin Abdullah mengungkapkan, salah satu penyebab banjir adalah akibat perubahan penggunaan lahan.

"Salah satu penyebab bencana yang terus setiap tahun ini karena apa?. Banjir itu diakibatkan oleh perubahan penggunaan lahan," kata Nurdin Abdullah, Sabtu, (4/1/2020).

Ia mengatakan, hutan dan gunung hadir untuk menjaga keseimbangan alam. Namun, manusia menyebabkan kerusakan alam.

"Tuhan sudah menciptakan hutan, gunung itu untuk menjaga keseimbangan alam. Tetapi yang merusak itu kan kita (manusia) sendiri," sebutnya.

Alih fungsi lahan yang tadinya merupakan fungsi konservasi, berubah menjadi perumahan dan menjadi perkebunan. Tadinya merupakan daerah tangkapan atau resapan air, dibuat jadi perumahan.

"Jangan heran kalau ada kubangan ditimbun dibikin perumahan, dan banjir. Karena memang itu tempatnya air kesana," jelasnya.

Ia menilai, lahan yang ada di Sulsel juga dalam kondisi sangat kritis. Demikian juga dengan dengan cekdam yang dibangun, diprediksi pendangkalan terjadi dalam 50 tahun, tetapi hanya 20 tahun.

"Ini 20 tahun sudah dangkal, itu artinya hulu sudah rusak. Makanya, kita sekarang harus ramai-ramai bikin program tiada hari tanpa menanam," katanya. (*)

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved