Prabowo Tak Tinggal Diam Lihat Kapal China Masuk Perairan Natuna, TNI AL Akan Dilibatkan Menhan

Prabowo Subianto Tak Tinggal Diam Lihat Kapal China Masuk Perairan Natuna, TNI AL Akan Dilibatkan Menhan

Prabowo Tak Tinggal Diam Lihat Kapal China Masuk Perairan Natuna, TNI AL Akan Dilibatkan Menhan
Antara
Prabowo Subianto Tak Tinggal Diam Lihat Kapal China Masuk Perairan Natuna, TNI AL Akan Dilibatkan Menhan 

Atas insiden itu Kemlu RI kemudian memanggil Dubes Republik Rakyat Cina (RRC) di Jakarta dan menyampaikan protes keras terhadap kejadian tersebut. Nota diplomatik protes juga telah disampaikan.

”Pada Senin (30/12), hasil rapat antar kementerian di Kemenlu mengonfirmasi terjadinya pelanggaran ZEE Indonesia, termasuk kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan oleh Coast Guard RRC di perairan Natuna," demikian pernyataan resmi Kemlu RI pada Senin (30/12/2019).

 Kronologi Uang Rp 750 M Dikuras Direktur Perusahaan dari Aplikasi Mimiles Modus Investasi Bodong

 Anies Baswedan Masih Pusing Jakarta Banjir, Petisi Muncul Lagi Minta Sahabat Sandiaga Dicopot Jokowi

 Ibu Hamil Muda Jadi Tersangka Utama Tewaskan Anak dari Hasil Nikah Siri, Setelah Kasur Dikencingi

 Registrasi Akun LTMPT via portal.ltmpt.ac.id, Catat Jadwal Daftar SBMPTN dan UTBK Juga Biayanya

 Siapa Sebenarnya Andy Wibowo? Beli Kapal Pesiar Senilai Rp 50 Miliar, Coba Lihat Kerjanya Apa

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (instagram.com/prabowo)

Sayangnya protes Indonesia itu dianggap angin lalu oleh China. Beijing menegaskan bahwa mereka memiliki kedaulatan di wilayah Laut Cina Selatan dekat perairan Natuna, Kepulauan Riau, sehingga kapal-kapalnya boleh berlayar dengan bebas di kawasan tersebut.

"Cina memiliki kedaulatan atas Kepulauan Nansha dan memiliki hak berdaulat dan yurisdiksi atas perairan dekat dengan Kepulauan Nansha (yang terletak di Laut Cina Selatan)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, dalam jumpa pers rutin di Beijing pada Selasa (31/12), seperti dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri Cina.

Geng menegaskan Cina juga memiliki hak historis di Laut Cina Selatan.

Menurutnya, nelayan-nelayan Cina telah lama melaut dan mencari ikan di perairan itu dan sekitar Kepulauan Nansha, yang menurut Indonesia masih merupakan ZEE Indonesia.

Geng juga berdalih bahwa kapal yang berlayar di kawasan itu baru-baru ini adalah kapal penjaga pantai Cina yang tengah melakukan patroli rutin.

"Patroli rutin untuk menjaga ketertiban laut dan melindungi hak-hak dan kepentingan rakyat kami yang sah di perairan terkait," kata Geng.

Namun Kemlu RI menolak "klaim unilateral" Cina tersebut.

Menurut Menlu Retno Marsudi, alasan Cina yang menyebut soal perairan itu merupakan bagian sejarah dari negeri Tirai Bambu itu tidak berdasar hukum dan tidak pernah diakui oleh hukum internasional.

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved