DLH Luwu Timur

Bahas Pencemaran Lingkungan, Badawi Sebut DLH Luwu Timur 'Macan Ompong'

Itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait izin dan rekomendasi tambang di Kabupaten Luwu Timur. Rapat di Ruang Komisi III DPRD

Bahas Pencemaran Lingkungan, Badawi Sebut DLH Luwu Timur 'Macan Ompong'
ivan/tribunlutim.com
Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait izin dan rekomendasi tambang di Kabupaten Luwu Timur. Rapat di Ruang Komisi III DPRD Luwu Timur, Jumat (3/1/2020). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat sebutan 'Macan Ompong' dari Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Badawi Alwi.

Itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait izin dan rekomendasi tambang di Kabupaten Luwu Timur. Rapat di Ruang Komisi III DPRD Luwu Timur, Jumat (3/1/2020).

Sebutan tersebut keluar saat rapat dipimpin Wakil Ketua II, Usman Sadik membahas soal pencemaran lingkungan dan pelanggaran Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) akibat aktivitas tambang PT Citra Lampia Mandiri (CLM).

Kewenangan DLH Luwu Timur hanya bisa melakukan pengawasan dalam penegakan instrumen serta pembinaan AMDAL.

Kalaupun terjadi indikasi pelanggaran atau pencemaran lingkungan atau pelanggaran AMDAL, DLH Luwu Timur hanya bisa menegur.

"DLH ini seperti macan ompong," kata Legislator Golkar dalam rapat itu.

Hadir anggota komisi III, Alpian, Andi Surono, Najamuddin, Andi Baharuddin, Efraim dan I Wayan Suparta.

Dihadirkan Ketua DLH Luwu Timur, Andi Tabacina Achmad dan Kabid Penataan Lingkungan DLH, Nasir DJ serta staf DLH Luwu Timur.

Dalam RPD ini, terungkap juga PT CLM melanggar AMDAL.

"CLM melanggar AMDAL soal sedimen pond," kata Usman Sadik.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved