Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musim Hujan

Masuk Musim Hujan dan Banjir Mengintai, Waspadai 7 Penyakit ini, Ada Kencing Tikus

Mengingat cuaca yang sudah tak bersahabat, banyak risiko penyakit yang dapat menyerang manusia.

Editor: Anita Kusuma Wardana
Kompas.com
Masuk Musim Hujan dan Banjir Mengintai, Waspadai 7 Penyakit ini, Ada Kencing Tikus 

Tekadang DBD dapat menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang serasa retak.

DBD yang parah, dikenal dengan viral hemorrhagic fever (VHF atau demam berdarah virus).

Penyakit ini dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba, hingga kematian.

Pada musim hujan seperti saat ini, akan terdapat banyak genangan air. Disengaja maupun tidak, genangan ini berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk.

Semakin suburnya populasi nyamuk ini, potensi penularan demam berdarah semakin meningkat.

Anda perlu waspada jika menemukan gejala demam tinggi selama beberapa saat. Serta tanda-tanda pendarahan.

3. Leptospirosis (Kencing Tikus)

Ilustrasi tikus
Ilustrasi tikus (Google.com)

Ilustrasi tikus Di Indonesia, leptospirosis atau kencing tikus jamak ditularkan tikus melalui kotoran dan air kencingnya.

Sementara, pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, tikus biasanya berkeliaran keluar dari liangnya untuk menyelamatkan diri.

Kencing tikus (leptospirosis) disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans.

Penyebarannya bisa melalui sentuhan, yaitu saat menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi.

Selain tikus, hewan yang paling sering menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil, dan hewan amfibi, serta hewan pengerat lainnya.

Adapun gejala kencing tikus yaitu demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut.

Pada kasus tertentu bahkan dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan.

4. ISPA 

Ilustrasi paru-paru
Ilustrasi paru-paru (Yodiyim)
Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved