Tribun Makassar
Mengenal Program Polisi Sahabat Pecandu Narkoba
Program ini mengajak para pemakai atau pecandu narkoba, untuk kembali hidup normal dan menjauhi narkoba.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Sudirman
TRIBUNTIMURWIKI.COM - Polisi Sahabat Pecandu Narkoba merupakan adalah salah satu program unggulan Polsek Mamajang.
Program ini mengajak para pemakai atau pecandu narkoba, untuk kembali hidup normal dan menjauhi narkoba.
Para polisi memberi edukasi tentang bahayanya narkoba dan rehabilitasi kepada pemakai.
Serta pemberdayaan bagi pecandu yang telah menjalani rehabilitasi untuk bisa produktif dan kembali mandiri kembali.
Mereka diajari sejumlah pekerjaan seperti menjahit, memasak dan serta membuat kerajinan tangan.
Sejarah
Program kemanusiaan ini hadir sejak 2017.
Diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas Sambung Jawa, Aiptu Indrawan (44).
Awalnya Indrawan hanya melakukan kegiatan mulia ini seorang diri di sekitar kelurahan Sambung Jawa.
Ia sering menyambangi tempat perkumpulan anak-anak jalanan.
Hal itu disampaikan Indrawan saat berkunjung ke redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih no 430, Kota Makassar beberapa waktu lalu.
“Dulu saya berfikir bagaimana bibit-bibit kriminalitas ini tidak dibiarkan. Karena lama kelamaan mereka akan pasti ikut melakukan kriminal. Yang awalnya hanya korban,” katanya.
Cita-cita tersebutlah yang menjadi inspirasinya untuk membentuk Sahabat Pecandu Narkoba yang kini menjadi program unggulan Polsek Mamajang.
Program ini telah dukungan dari Panti Rehabilitasi Narkoba Kementrian Sosial, atau Badan Narkotika Nasional
Program
Beberapa tahapan kerja Polisi Sahabat Pecandu Narkoba seperti mendatangi tempat-tempat perkumpulan anak muda atau anak dibawah umur.
Kemudian diidentifikasi apakah dia pengguna atau pengedar.
Jika diketahui ia pengguna maka akan diikutkan dalam program Polisi Sahabat Pecandu Narkoba.
“Pendekatan harus dilakukan dengan baik, misalnya diajak makan bersama
Mereka terlebih dahulu dimasukan ke dalam Panti Rehabilitasi Narkoba jika penggunaan dalam jangka waktu panjang.
Para pemakai ini akan diawasi oleh polisi dengan melihat perkembangan.
Setelah direhabilitasi mereka diedukasi tentang bahayanya narkoba.
Tak hanya si pecandu, Indrawan dan koleganya juga mendatangi orang tua para anak yang mengisap lem dan narkoba.
“Kami perlu pendekatan dengan orang tua, karena mereka yang terlalu dibebaskan oleh orang tua rata-rata akan ikut hal-hal negatif,” tambahnya.
Sejauh ini, ia mengaku orang-orang yang dibinanya mayoritas warga prasejahtera.
“Setelah diedukasi, jika dirasa perlu perawatan medis, kami bawa ke Panti Rehabilitasi Narkoba, atau Badan Narkotika Nasional,” katanya.
Jangka waktu rehabilitasi tergantung si pengguna, menurut Indrawan semakin parah kecanduan pengguna maka makin lama pula waktu pembinaan.
“Semoga kedepannya para orang tua bisa lebih mengawasi anaknya agar tidak terjerat narkoba,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebanyak 50 orang pengguna narkoba dan sejenisnya telah dibina hingga normal kembali.
Kini program ini juga diikuti sejumlah polsek di Kota Makassar.
Polisi Sahabat Pecandu Narkoba
Hadir: 2017
Tempat: Polsek Mamajang
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/saat-pembinaan-yang-dilakukan-oleh-polisi-sahabat-pecandu-narkoba.jpg)