PLN

PLN UP2B Sistem Makassar Ajar Santri Pesantren Modern IMMIM Putra Bercocok Tanam Hidroponik

Kegiatan penggiat lingkungan merupakan bagian dati program PLN UP2B Sistem Makassar, sebavai wujud kepedulian lingkungan.

PLN UP2B Sistem Makassar Ajar Santri Pesantren Modern IMMIM Putra Bercocok Tanam Hidroponik
PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban
PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar program penggiat lingkungan edukasi hidroponik, di Pesantren Modern IMMIM Putra, Monconhloe, Kabupaten Maros, Rabu (18/12/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar program penggiat lingkungan edukasi hidroponik, di Pesantren Modern IMMIM Putra, Monconhloe, Kabupaten Maros, Rabu (18/12/2019).

Kegiatan penggiat lingkungan merupakan bagian dati program PLN UP2B Sistem Makassar, sebavai wujud kepedulian lingkungan.

Pada acara itu, PLN UP2B yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar, mengajarkan bercocok tanam dengan metode hidroponik kepada sejumlah santri Pedantren Modern IMMIM Putra.

Tak hanya itu, PLN UP2B juga membuatkan media tanam hidroponik yang diserahkan kepada pesantren untuk dikelola.

Manajer PLN UP2B Sistem Makassar, Goklas Batapan Muda mengatakan, kegiatan penggiat lingkungan, dalam bentuk edukasi hidroponik untuk menunjukkan kepedulian PLN.

"Kita ingin membuktikan bahwa PLN peduli terhadap lingkungan. Salah satu cara sederhana yang kami lakukan yakni mengajar santri pesantren bercocok tanam dengan metode hidroponik," kata Goklas, Kamis (19/12/2019).

Goklas memaparkan, energi listrik saat ini diarahkan ke energi terbarukan, dan PLN ingin ikut andil dalam menjaga lingkungan, agar energi terbarukan dapat terus digunakan.

"Target kita di 2025, sudah menggunakn 23 persen energi terbarukan. Tapi saat ini sudah melebihi sebenarnya, ada di kisaran 25-28 persen," bebernya.

Dipilihnya pondok pesantren, kata Goklas karena diketahui pondok pesantren adalah mampu memproduksi bahan makanan mereka sendiri, salah satunya sayuran.

"Makanya kita edukasi dengan metode hidroponik. Kita ajarkan santri bercocok tanam sayuran seperti selada, bayam, kangkung, dan lain sebagainya.

Nantinya hasilnya untuk dikonsumsi para penghuni pesantren," terangnya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved