Makassar Rawan Banjir
Makassar Rawan Banjir saat Musim Hujan? Nurdin Abdullah Bilang Begini
Alasannya, durasi hujan yang akan datang diprediksi pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah pastikan Jl Urip Sumoharjo, khususnya jalur yang ada didepan Kantor Gubernur Sulsel tidak lagi banjir.
Alasannya, durasi hujan yang akan datang diprediksi pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Insya Allah tidaklah, kemarin (tahun sebelumnya) itu karena memang hujan yang harusnya turun dalam durasi seminggu, turun sehari, dan sampai berjam-jam, kalau sekarang ini saat hujan memang sedikit, mungkin tergenang saja, tapi sebentar airnya surut," ujarnya, Rabu (11/12/2019).
Hal yang sama kata Nurdin, juga akan berlangsung di pemukiman padat penduduk di Makassar. Ia meyakini hanya terjadi genangan.
Meski begitu, ia mengimbau seluruh masyarakat Sulsel agar mengantisipasi bencana banjir saat musim hujan.
Khusus didaerah yang menjadi langganan bencana agar membersihkan lingkungan masing-masing untuk meminimalisir genangan air.
Imbauan ini disampaikan agar masyarakat mempersiapkan diri memasuki musim penghujan menghindari bencana banjir yang pernah melanda 11 daerah di Sulawesi Selatan 2018 lalu.
"Bagaimana memperbaiki daerah saluran-saluran kita kontrol supaya kita bisa hindari dari banjir dan sebagainya," katanya.
Sementara untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diharapkan agar mempersiapkan kebutuhan pokok untuk menghadapi musim hujan.
"Kesiapan Badan Penanggulangan Bencana, kesiapan Dinas Sosial, kesiapan kita semua, Forkompinda juga dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem, kalau cuaca normal saya kira tidak ada masalah tapi cuaca ekstrem ini harus kita antisipasi," kata mantan Bupati Bantaeng ini.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Syamsibar mengatakan kemarau panjang yang melanda Sulsel ini menjadi perhatian khusus BPBD Sulsel.
Pasalnya, dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel, tercatat ada 22 masuk dalam garis zona merah bencana alam.
Adapun dua daerah yang hanya akan hanya perkiraan bencana ringan, yakni Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap.
"Tapi bagi kami, kita tetap siaga. Bencana itu nyata, tapi kita tidak ketahui kapan dia datang," ujar Syamsibar.
22 kabupaten yang rawan bencana ini sudah masuk dalam list daerah 'langganan'bl banjir saat musim hujan berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/banjir-makassar_20180314_215041.jpg)