Mohammad Ramdhan Danny Pomanto

VIDEO: Kasus Rp 60 M untuk KPU Makassar, Danny Pomanto Bicara Dua Kali?

Danny jalani sidang lanjutan Dana Hibah KPU Makassar, di ruang Bagir Manan PN Makassar pukul 13.25 hingga 15.05 Wita.

"Jadi yang pelaksanaan tugas waktu itu (Syamsu Rizal, wakilnya) yang mulia, pak Wawali itu yang mulia," jawab Danny lagi.

Dalam NPHD atau Dana Hibah sebanyak Rp 60 miliar itu, Danny mengaku dia yang tanda tangan bersama pihak yang terkait.

Setelah penandatangan, NPHD itu lanjut Danny, itu didisposisi ke Kesbangpol dan dibahas di DPRD pada rapat APBD 2018.

"Jadi yang mulia, setelah didisposisi ke kesbangpol untuk verifikasi apa-apa saja yang dibutuhkan KPU," ungkap Danny.

Selain itu, Jaksa Mudatzir juga tanyakan terkait anggaran Rp 25 miliar diluar NPHD Rp 60 miliar. Tapi Danny akui tidak tahu.

Ternyata, di fakta persidangan berbeda saat Danny diwawancarai oleh wartawan didepan lobi Pengadilan Jl R.A Kartini.

Danny mengaku, menandatangani NPHD itu dua kali dalam satu waktu. Didalamnya, soal Rp 60 miliar dan NPHD ditahun itu.

"Dua kali saya tanda tangan, tapi didalam satu waktu ditempat itu. Soal 60 miliar itu dan dokumen ditahun itu," jelas Danny.

Dalam kasus ini, dua orang jadi tersangka. Mantan Sekertaris KPU, Sabri dan Habisi, mantan Bendahara KPU Kota Makassar.

Diketahui, dalam kasus Dana Hibah KPU Makassar ini ditemukan kerugian negara kurang lebih Rp 5.891.456.726 miliar. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved