Penipuan Arisan Online Makassar
Penipuan Berkedok Arisan Online, Dosen Ekonomi Unibos:Tergiur Untung Cepat
Zaman yang disebut dengan era industri 4.0 ini masyarakat bukannya semakin memanfaatkan teknologi untuk hal positif.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Penipuan investasi berbasis online saat ini tengah marak terjadi, utamanya di era pesatnya kemajuan teknologi dan informasi.
Zaman yang disebut dengan era industri 4.0 ini masyarakat bukannya semakin memanfaatkan teknologi untuk hal positif.
Tetapi beberapa diantaranya juga memanfaatkan hal itu untuk sesuatu yang merugikan orang lain.
Penawaran investasi secara online menjadi salah satu modus yang kini tengah gandrung dilakukan.
Satu kasus di Makassar contohnya, sekitar 150 orang terkena tipu investasi dengan modus arisan online.
Tak tanggung-tanggung Polisi memperkirakan jumlah investasi yang digelapkan pelaku mencapai angka Rp 6 Milyar.
Ekonom Universitas Bosowa, Dr Lukman Setiawan, mengatakan bahwa kondisi ini menjadi problem tersendiri di era sekarang.
Apalagi menurutnya dalam perkembangan saat ini, basis online menjadi komunitas utama yang bisa menangkap peluang bisnis.
"Seiring perkembangan teknologi dan informasi, internet (online) ini menjadi komunitas utama yang jadi ruang untuk peluang bisnis," terangnya saat dihubungi, Rabu (4/12/2019).
Peluang bisnis yang tengah berkembang itu menurut Dr Lukman misalnya hadirnya Startup finance atau fintech serta berbagai metode lainnya.
Tetapi pada prinsipnya model bisnis ini bagi Dr Lukman yang juga Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Unibos adalah bentuk bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang terbaharukan.
"Apapun penawaran bisnisnya dalam bentuk investasi pasti konsepnya MLM hanya modelnya sedikit terbaharukan lewat perkembangan teknologi itu tadi," paparnya.
Tawaran bisnis investasi online ini cukup menggiurkan.
Para calon korban diiming-imingi untung besar dalam waktu yang cepat.
"Memang konsep MLM begitu, jika anggota yang baru bergabung sebagai anggota awal pasti punya keuntungan besar tapi yang di belakang-belakang tidak akan demikian," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ekonom-universitas-bosowa-dr-lukman-setiawan-on.jpg)