TRIBUN WIKI

Menelisik Sejarah Lahirnya Bantaeng, Berawal sebagai Tempat Pembantaian Hewan

Kabupaten Bantaeng adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Menelisik Sejarah Lahirnya Bantaeng, Berawal sebagai Tempat Pembantaian Hewan
TRIBUN TIMUR
Indahnya kota Bantaeng di malam hari yang terekam dari udara saat Tim Celebes Explore Tribun Timur 2016 mengunjungi kawasan pantai seruni di kecamatan bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Jumat (29/4/2016) malam. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM-Kabupaten Bantaeng adalah salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan atau Sulsel.

Dilansir sumber https://sulselprov.go.id/, Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki luas wilayah 395,83 km² dengan jumlah penduduk ± 178.699 jiwa.

Kabupaten ini terdiri dari 8 Kecamatan dengan 67 Kelurahan dan desa.

Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada koordinat antara 5o 21’ 13” sampai 5o 35’ 26” Lintang Selatan dan 119o 51’ 42” sampai 120o 05’ 27” Bujur Timur.

Kabupaten Bantaeng terletak di bagian selatan Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh dari Kota Makassar sekitar 123 km dengan waktu tempuh antara 2,5 jam.

Di Kabupaten Bantaeng mempunyai hutan produksi terbatas 1.262 Ha dan hutan lindung 2.773 Ha.

Secara keseluruhan luas kawasan hutan menurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Ha (2006).

Sejarah

Indahnya kota Bantaeng di malam hari yang terekam dari udara saat Tim Enjoy Celebes Tribun Timur 2017 mengunjungi kawasan pantai seruni yang terletak di Kec Bataeng, Kec Bantaeng, Sulsel, Senin (6/11/2017) malam.

Kabupaten Bantaeng Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan.

Pantai Seruni ini merupakan kawasan hasil reklamasi sepanjang satu setengah kilometer. Awalnya pantai ini kumuh, tak menarik, bahkan menurut masyarakat setempat menyeramkan.

Ditangan Bupati Bantaeng dua periode Nurdin Abdullah, pantai ini disulap jadi rapi dan cantik sehingga Pantai Seruni menjadi pusat kegiatan masyarakat. Alun-alun Bantaeng dan rumah sakit kelas internasional RSUD Prof Dr Andi Makkatutu berdiri di kawasan ini. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Indahnya kota Bantaeng di malam hari yang terekam dari udara saat Tim Enjoy Celebes Tribun Timur 2017 mengunjungi kawasan pantai seruni yang terletak di Kec Bataeng, Kec Bantaeng, Sulsel, Senin (6/11/2017) malam. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Bantaeng awalnya bernama ” Bantayan ” yang kemudian di ganti dengan nama ” Bhontain ” dan terakhir berganti nama menjadi “Bantaeng” berdasarkan Keputusan DPRD-GR Kabupaten Bantaeng Nomor 1/Kpts/DPRD-GR/I/1962 tanggal 22 Januari 1962.

Bantayang memiliki makna yakni tempat pembataian hewan dan sapi/kerbau di masa lalu untuk menyambut dan manjamu utusan Kerajaan Singosari dan Kerajaan Majapahit ketika memperluas wilayahnya ke bagian timut Nusantara sekitar abad ke XII dan XIII.

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved