Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Festival Danau Matano

Tari Kolosal 14 Etnis Buka Festival Danau Matano Luwu Timur

Tabuhan gendang Husler dan Wakil Bupati dan Irwan Bachri Syam menandai dimulainya event untuk promosi wisata Danau Matano ini dimulai.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
ivan/tribunlutim.com
Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Thorig Husler dan Irwan Bachri Syam menghadiri pembukaan Festival Danau Matano, Sorowako, Kecamatan Nuha, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (29/11/2019). 

TRIBUNLUTIM.COM, NUHA - Bupati Luwu Timur Thorig Husler secara resmi membuka Festival Danau Matano, Jumat (29/11/2019).

Festival Danau Matano berlangsung selama tiga hari, 29 November hingga 1 Desember 2019.

Kegiatan dipusatkan di Pantai Ide Sorowako, tepi Danau Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tabuhan gendang Husler dan Wakil Bupati dan Irwan Bachri Syam menandai dimulainya event untuk promosi wisata Danau Matano.

Husler-Irwan kompak mengenakan kaos putih.

Keduanya tiba bersamaan di lokasi festival. Lalu berjalan beriringan ke atas panggung.

Sesekali keduanya terlihat tersenyum. Saat pembukaan, keduanya duduk juga berdampingan.

Husler mengatakan pelaksanaan Festival Danau Matano ini murni kegiatan promosi kepariwisataan dengan konsep Community Base Tourism.

"Atau pariwisata berbasis komunitas yang lebih mengedepankan keterlibatan masyarakat secara langsung," jelasnya.

"Dengan kegiatan ini diharapkan bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambah Husler dalam sambutan.

Menurutnya, Pemkab Luwu Timur terus berusaha untuk merevitalisasi Danau Matano dan sekitarnya untuk menjadi daerah tujuan utama kunjungan wisatawan.

"Target pembangunan pariwisata adalah meningkatkan citra, daya saing, dan kontribusi pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di sekitar obyek wisata," tuturnya.

Pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan tarian kolosal 14 etnis yang dipentaskan sekitar 120 penari dari Sanggar Seni Famajja Art Burau.

Tarian tersebut yaitu Torompio, Kajangki Wotu, Bulu alauna tempe, riringgo, panjam brahma, jogja, toraja, rimpu, monsado, lenso, pakarena, mbojo dan mandar.

Artis

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved