DPRD Sulsel
Selle Sebut Kepala Daerah Tak Mau Pakai Barang Bekas Jadi Budaya
Pernyataan Politisi Demokrat Sulsel menanggapi usulan belanja peralatan rumah tangga Pemprov Sulsel dalam RAPBD 2020 senilai Rp 5,7 miliar.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Selle KS Dalle mengatakan belanja perlengkapan dan peralatan rumah tangga sudah biasa terjadi setiap penggantian kepala daerah.
Pernyataan Politisi Demokrat Sulsel menanggapi usulan belanja peralatan rumah tangga Pemprov Sulsel dalam RAPBD 2020 senilai Rp 5,7 miliar.
"Terus terang itu tercatat dibiro aset karena tidak mudah penghapusan aset. Ini menjadi budaya. Ini mungkin Fengshui. Semua pejabat baru begitu tidak mau pake bekas," kata Selle.
Dalam Rancangan Kerja dan Kegiatan (RKA) Biro umum Pemprov tertera pengadaan sofa Rp 334,2 juta, lemari pakaian Rp 20,9 juta, pengadaan kompor gas Rp 39 juta.
Lemari makan Rp 325 juta, dispensen Rp 58,500 juta, pengadaan piring gelas, mangkok, piring, sendok, pisau dapur, garpu Rp 353,237 juta
"Syukur syukur kursi seperti yang disanpaikan Kabiro hanya kulit saja. Beberapa harga wajar, tapi memang banyak yang mencolok,"ujarnya.
Ia mengakui belanja perlengkapan dan peralatan bisa diefesienkan karena pengadaan lama masih bisa dipakai.
Namun demikian, para pejabat tidak ada yang mau memakai baramg bekas orang lain.
"Termasuk juga sekda tempat tidur baru, kursi makan bahkan tempat tidur anaknnya," sebutnya. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bappilu-dpd-partai-demokrat-sulawesi-selatan-selle-ks-dalle-d.jpg)