Tribun Enrekang

Bawakan Hikmah Maulid di Enrekang, WR IV UIN Alauddin Bahas Bid'ah

Pemkab Enrekang melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Kantor Bupati Enrekang, Kamis (28/11/2019).

Bawakan Hikmah Maulid di Enrekang, WR IV UIN Alauddin Bahas Bid'ah
TRIBUN TIMUR/MUH AZIS ALBAR
dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Kantor Bupati Enrekang, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Enrekang melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Kantor Bupati Enrekang, Kamis (28/11/2019).

Dalam kesempatan itu, Pemkab Enrekang menghadirkan Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar, Dr H Kamaluddin Abu Nawas membawakan hikmah maulid.

Dalam ceramahnya, Ia menyampaikan terimakasih atas undangan Pemkab, serta permohonan maaf dari Rektor UIN Prof Hamdan Juhannis yang tak sempat hadir.

Selanjutnya, jika sebelumnya Bupati Muslimin Bando memaparkan mengapa maulid harus diperingati, H Kamaluddin menyentil kalangan yang menganggap maulid sebagai bid'ah.

"Tunggu dulu. Harus dikaji, jangan terburu-buru menghukumi amalan orang lain. Ijtihad ulama berkembang terus," kata Kamaluddin.

Ia menjelaskan, pada masa empat khalifah dan masa sahabat juga banyak bid'ah yang dilakukan.

Ia mencontohkan Abubakar yang memerintahkan membukukan Alquran, Umar yang pertamakali meminta tarawih berjamaah dan meniru menara dari Persia, hingga Usman yang mempraktikkan azan Jumat dua kali.

"Semua itu adalah 'bid'ah' yang tidak pernah dicontohkan semasa Rasulullah. Tapi bukan berarti itu membawa kita pada kesesatan," ujarnya

Dia meminta agar jangan semua amalan yang tidak ada dalilnya dianggap bid'ah yang menyesatkan.

Sehingga memunculkan berdebatan dan selisih pahan yang berujung pada konflik.

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved