Kawasan Kumuh

Pemprov Ungkap 5 Tahun Berturut-turut Bantaeng Bebas Kawasan Kumuh, Takalar-Maros Butuh Perhatian

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) Sulsel, Andi Bakti Haruni, Selasa (26/11/2019), dalam keterangan pers, d

Pemprov Ungkap 5 Tahun Berturut-turut Bantaeng Bebas Kawasan Kumuh, Takalar-Maros Butuh Perhatian
sanovra/tribuntimur.com
Sampah memenuhi kanal Pasar Senggol, Jl Cenderawasih, Makassar, Minggu (21/4). Kurang sadarnya masyarakat perkotaan untuk tidak membuang sampah di sungai, merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya banjir, sekaligus penyebab kumuhnya lingkungan di pinggiran kota besar. 

Persoalan kumuh dan kriris air bersih bagi sebagian masyarakat Sulawesi Selatan akan terjawab di tahun 2020 mendatang.

Bakti mengungkapkan, pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp 8 miliar ke DPRD Sulsel, untuk menyelesaikan persoalan krisis air bersih dan kawasan kumuh di sejumlah daerah di Sulsel.

Pelaksanaanya akan dilakukan secara bertahap.

Dari data yang diusul ke DPRD Sulsel
Dinas Tarkim akan mengadakan alat sulin air di sejumlah pulau di Sulsel, seperti Barrang Lompo (Makassar), pulau di Kabupaten Sinjai, pulau di Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Selayar.

Sedangkan untuk penataan kawasan kumuh akan dilakukan di Kabupaten Maros dan Takalar.

"Makassar ada, tapi sudah ditangani pusat. Maros dan Takalar butuh perhatian, Insya Allah 2020 kita fokus di dua deerah ini," ujarnya. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

Foto Tribun/Saldy - Kadis Tarkim Sulsel Andi Bakti Haruni.

Attachments area

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved