Warga Miskin Wajo

Tunreng, Kakek Sebatang Kara yang Hidup Melarat di Desa Pajelele Wajo

Kehidupannya miris. Hidup sebatangkara. Rumah yang ditempatinya pun tak layak disebut rumah.

Tunreng, Kakek Sebatang Kara yang Hidup Melarat di Desa Pajelele Wajo
Hardiansyah Abdi/Tribun wajo
Tunreng (80) sudah tidak jelas lagi. Warga Desa Pajelele, Kecamatan Tanasitolo 

TRIBUN-WAJO.COM, TANASITOLO - Pendengaran dan penglihatan Tunreng (80) sudah tidak jelas lagi. Warga Desa Pajelele, Kecamatan Tanasitolo tersebut juga hidup di bawah garis kemiskinan.

Kehidupannya miris. Hidup sebatangkara. Rumah yang ditempatinya pun tak layak disebut rumah.

Sebuah gubuk reyot, beralas semen dingin, berdinding tembok retak sana sini.

Penerangannya cuma ada satu neon redup. Listriknya pun dari tetangga, dengan sambungan kabel penuh selotip.

Tak ada kompor. Peralatan memasak dan makan buruk. Penuh kerak dan debu. Di kolong rumah reyet seluas 3 x 4 meter tersebut, cuma ada satu ranjang kayu, dialasi kasur butut.

Tempat tinggalnya saat ini, bukanlah kediamannya. Sebelumnya, kediamannya jauh lebih buruk lagi.

Sebuah gubuk bambu di tepi hutan. Roboh. Beberapa tahun lalu.

Tunreng (80) sudah tidak jelas lagi. Warga Desa Pajelele, Kecamatan Tanasitolo
Tunreng (80) sudah tidak jelas lagi. Warga Desa Pajelele, Kecamatan Tanasitolo (Hardiansyah Abdi/Tribun wajo)

Atas uluran tangan seseorang, pemilik tempat tinggal yang saat ini ditempatinya, Tunreng menyambung hidup.

Bila tak ada uluran tangan, dirinya hidup menggarap lahan seorang warga. Upahnya tak seberapa.

Tunreng bukannya tak punya keluarga. Namun, dirinya enggan merepotkan.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved