Tribun Bone

Banggar DPRD Bone Bertengkar, Gara-gara Anggaran Kendaraan Dinas Wakil Ketua

3 Wakil Ketua DPRD Bone saat ini dijabat, H Ramang sebagai Wakil Ketua 1, A Wahyudi Taqwa sebagai Wakil Ketua 2, dan Indra Jaya sebagai Wakil Ketua 3.

Banggar DPRD Bone Bertengkar, Gara-gara Anggaran Kendaraan Dinas Wakil Ketua
justang/tribunbone.com
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bone Saipullah Latif(baju hitam) dan Indra Jaya (putih) 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bone bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bone masih mengkaji rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Salah satu yang menjadi polemik pembahasan di kalangan Banggar DPRD Bone yakni terkait usulan pengadaan 3 unit kendaraan dinas (randis) para Wakil Ketua DPRD Bone dengan anggaran sekitar Rp 1 Miliar.

3 Wakil Ketua DPRD Bone saat ini dijabat, H Ramang sebagai Wakil Ketua 1, A Wahyudi Taqwa sebagai Wakil Ketua 2, dan Indra Jaya sebagai Wakil Ketua 3.

Anggota Banggar DPRD Bone yang paling bersuara keras menentang yakni Saipullah Latief.

Saipullah Latif menyebut usulan pembelian randis tersebut sudah dicoret lantaran dinilai tidak sesuai regulasi karena randis yang ada saat ini belum cukup usia untuk digantikan.

"Saya protes kalau itu dilanjutkan karena kami tidak setujui di Banggar karena memang regulasinya sampai usia tujuh tahun, sementara mobil yang ada sekarang usianya baru lima tahun,"kata pria asal Lapri ini.

"Kalau ini tetap dilanjutkan, maka saya akan tuntut, sepertinya kita tidak dihargai. Apa gunanya anggaran itu dibahas kalau ternyata tidak diikuti hasilnya,"kata Ketua PBB Bone ini.

Ia menjelaskan bahwa hasil pembahasan Banggar yang digelar kemarin malam, 21 November 2019 merekomendasikan anggaran yang disiapkan sebesar 900 juta untuk pengadaan kendaraan wakil ketua DPRD tersebut dialihkan pada pengadaan Laptop.

Namun hal yang berbeda dibeberkan Wakil Ketua DPRD Bone Indra Jaya.

Ia menyebut pengadaan Randis Wakil Ketua DPRD Bone disetujui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bone.

"Kemarin TAPD Bone mengiyakan, tetapi kalau mau dicoret tidak masalah, sekalian coret juga pengadaan randis sekretariat daerah," kata Indra Jaya yang juga anggota Banggar ini.

"Saya secara pribadi lebih setuju jika dialihkan ke pengadaan rujab wakil ketua DPRD Bone karena selama ini tidak ada, walau secara tunjangan biaya rumah nantinya dihapus," tambahnya Indra.

Sementara itu Sekretaris DPRD Bone, Abubakar yang mengakui usulan anggaran tersebut tetap akan dilanjutkan. Dan dari anggaran Rp 900 juta ditambah oleh pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjadi 1 M lebih.

" Tidak dicoret, tetap dilanjutkan bahkan ditambah anggarannya untuk dicukupkan, karena kita bicara sama tim anggaran (TAPD) katanya, ada dana untuk tambahan itu," katanya.

Meski begitu, Abubakar masih belum bisa memastikan apakah usulan ini akan berlanjut sampai penetapan APBD atau tidak.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved