Tribun Luwu

Pemkab Luwu Mau Pinjam Duit Rp 200 Miliar, DPRD Menolak

Namun usulan tersebut ditolak oleh tim anggaran Legislatif Kabupaten Luwu, dalam hal ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

desy arsyad/tribunluwu.com
Sekretaris Daerah Luwu, Ridwan Tumbalolo (kiri), saat menghadiri sidang paripurna di DPRD Luwu beberapa waktu lalu. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Pemerintah Kabupaten Luwu berniat ingin melakukan pinjaman anggaran sebesar Rp 200 miliar di tahun 2020.

Namun usulan tersebut ditolak oleh tim anggaran Legislatif Kabupaten Luwu, dalam hal ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Ketua Tim anggaran Pemerintah Kabupaten Luwu, Ridwan Tumbalolo, membenarkan rencana peminjaman dana tersebut.

"Kita akan menggenjot pembangunan infrastruktur yang ada di Ulo-ulo, seperti lanjutan pembangunan jalan dan infrastruktur jembatan,"

"Demikian pula beberapa ruas jalan dan jembatan yang ada di Kabupaten Luwu. Makanya dalam Kebijakan Umum dan PPAS lalu kita sampaikan," ungkap Ridwan.

Terkait rencana pinjaman tersebut, tim anggaran legislatif DPRD Luwu memberi reaksi penolakan yang kuat.

Sehingga anggaran Rp 200 Miliar yang melekat pada Dinas PUPR Kabupaten Luwu dihapuskan.

Penolakan ini berdasakan pelaporan tim Pembahasan KU-PPAS, Yani Mulake, dalam forum resmi pada sidang paripurna penetapan KU-PPAS.

"Khusus untuk rencana pinjaman Rp 200 Miliar yang diinginkan eksekutif Kabupaten Luwu, itu kita tiadakan dalam Kebijakan Umum dan PPAS RAPBD TA 2020,"

"Pinjaman ini hadir di KUA-PPAS tidak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, dimana seharusnya melalui persetujuan wakil rakyat terlebih dahulu dan harus diparipurna khusus. Sehingga atas dasar aturan kami tiadakan di KU-PPAS," ujar Yani Mulake.

Anggota DPRD Luwu dari Fraksi Gabungan DPRD Luwu, Summang mengatakan, baik legislatif dan eksekutif harus konsisten dengan hasil pembahasan KUA-PPAS yang dilaksanakan digedung DPRD Kabupaten Luwu selama beberapa hari ini.

"Hasil pembahasan dan beberapa kesepakatan harus diakomodir pula pada APBD 2020. Karena ada beberapa catatan strategis saat KUPPAS, tetapi malah tidak dimasukkan. Untuk itu kami juga minta pelapor membenahi catatan tersebut," ucap Summang.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved