Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUN WIKI

Beri Pesan Kepada Teroris di Indonesia, Siapa Umar Patek?

Umar Patek adalah salah satu pelaku aksi terorisme Bom Bali 1 yang terjadi pada 2002 lalu.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Tangkapan Layar Trans7
Beri Pesan Kepada Teroris di Indonesia, Siapa Umar Patek? 

Umar Patek adalah salah satu pelaku aksi terorisme Bom Bali 1 yang terjadi pada 2002 lalu. Umar Patek menjadi asisten koordinator lapangan dalam insiden tersebut.

TRIBUN-TIMUR.COM- Masih ingat dengan kasus bom bunuh diri yang terjadi di Bali?

Peristiwa yang cukup menggemparkan dunia.

Dan kini menjadi tragedi yang selalu dikenang setiap 12 Oktober.

Kini terpidana Bom Bali, Umar Patek alias Hisyam bin Alizein angkat suara terkait aksi teror yang terjadi beberapa waktu lalu di tanah air.

Dilansir dari Tribunnews, ia berpesan kepada kelompok teroris yang masih beraksi di Indonesia, untuk menghentikan segala bentuk aksi teror.

Kata Umar Patek, tidak ada alasan bagi kelompok teroris melakukan aksinya di Indonesia, karena pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan beribadah semua warganya.

"Kelompok teroris harusnya menghentikan aksi terornya, karena pemerintah Indonesia tidak pernah melarang umat Islam untuk beribadah. Begitu juga dengan umat agama lainnya," kata Umar Patek, di Lapas Porong, usai menerima status WNI istrinya, Rabu (20/11/2019).

Siapa Umar Patek?

Umar Patek
Umar Patek (AP)

Dilansir dari berbagai sumber, nama Umar Patek populer di kalangan kelompok radikal maupun di kalangan penegak hukum.

Pria kelahiran tahun 1970 ini terlibat sebagai asisten koordinator lapangan dalam insiden peledakan Bom Bali I tahun 2002.

Dia bahkan sempat menjadi buronan terorisme paling dicari oleh pemerintah dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Filipina.

Bahkan, pemerintah Amerika sampai menggelar sayembara untuk menangkap Umar dengan iming-iming 1 juta Dollar AS.

Selain bom Bali I, Umar juga ditenggarai berperan dalam berbagai pelatihan perang di Mindanao, Filipina.

Tak main-main, dalam pelatihan perang itu, Umar disebut menjabat posisi sebagai komandan lapangan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved