Jalan Rusak, Warga Sekitaran RSUD Lamaddukelleng Wajo Tanam Pisang di Jalan
Jalan Rusak, Warga Sekitaran RSUD Lamaddukelleng Wajo Tanam Pisang di Jalan
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Masyarakat di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng memblokade lorong 3 Jl Kartika Candra Kirana.
Pasalnya, masyarakat kecewa lantaran jalan sepanjang 500 meter tersebut tak kunjung diperbaiki.
Olehnya, sekitar 13 masyarakat sekitar di RSUD Lamaddukelleng Sengkang mendatangi kantor DPRD Wajo, Selasa (19/11/2019).
• Jaringan Gas Rumah Tangga Wajo Tak Sentuh Pitumpanua-Keera? Ini Kata Anggota DPRD
• Wajo Bagian Utara Belum Nikmati Jargas, Ini Tuntutan Pemuda Pitumpanua
Padahal, menurut salah satu masyarakat, Muhammad Tahir, sudah 3 Bupati yang memimpin Kabupaten Wajo, jalan tersebut tak jua beraspal.
Yakni, periode kepemimpinan Andi Asmidin periode 2004-2009, Andi Burhanuddin Unru periode 2009-2018, dan Amran Mahmud yang saat ini menjabat sebagai bupati.
"Selama tiga periode pemerintahan Bupati tidak pernah ada perbaikan, kami sudah capek untuk melakukan perbaikan secara swadaya karena lebih 20 tahun tidak ada perhatian dari Pemkab Wajo," katanya.

Menurut Muhammad Tahir, ada sekitar 30 kepala keluarga yang menghuni sebelah timur dan utara RSUD Lamaddukelleng yang akses jalannya sungguh buruk.
Bahkan, masyarakat lainnya, Nur Firman menyebut, bukan kali ini saja masyarakat menyampaikan keluhannya di DPRD Wajo sekaitan jalan rusak tersebut.
"Ini sudah dua kali kami ke sini membawa aspirasi yang sama, sekitar 3 tahun lalu tapi juga tidak ada tindak lanjutnya," katanya.
Jalanan berdebu dan berbatu yang berada di akses jalan keluar sementara RSUD Lamaddukelleng pasca akses keluar utama dalam pengerjaan, kini dblokade.
Tampak, masyarakat menanami pohon pisang, serta merentangkan batang bambu serta ranting pohon agar tak bisa dilalui kendaraan roda empat dan truk.
"Sebelumnya kami mohon maaf atas aksi ini, tapi apa boleh buat," kata Nur Firman.
Sementara, anggota DPRD Wajo yang menerima aspirasi, Asri Jaya Latif merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi.
"Ini cukup memprihatinkan karena sudah tiga pemimpin jalanan ini tidak pernah diperbaiki," katanya. (TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur: