Sekretariat Mapala UMI Dibakar
Sebelum Bakar Sekretariat Mapala UMI Terduga Pelaku Berdemo di Rektorat dan Polrestabes
Seperti diketahui sebelum penyerangan dan pembakaran sekretariat Mapala UMI ini diduga terkait kasus tewasnya salah satu mahasiswa Fakultas Hukum UMI.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pihak kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyebut kronologi penyerangan sekretariat Mapala UMI buntut dari beberapa kejadian sebelumnya.
Seperti diketahui sebelum penyerangan dan pembakaran sekretariat Mapala UMI ini diduga terkait kasus tewasnya salah satu mahasiswa Fakultas Hukum UMI.
Wakil Rektor III UMI, Prof La Ode Husein, menjelaskan bahwa massa ini sebelumnya menggelar aksi demonstrasi sebelum menyerang sekretariat Mapala UMI.
• 2.874 Pendaftar CPNS di Makassar, Sementara 60 Tak Memenuhi Syarat
• Begini Kondisi Kamar Mahasiswi Bone yang Tewas Usai Melahirkan
"Jadi memang tadi mereka demo di Polrestabes dan di Menara (Rektorat) tuntutannya yakni membubarkan UKM Mapala UMI dan kita sudah beri penjelasan mengenai UKM ini sudah dibekukan dengan jangka waktu yang tak ditentukan. Tapi mereka tidak puas lalu menuju ke kampus," ucapnya.
Meski begitu Prof La Ode Husein belum bisa menyimpulkan bahwa pelaku adalah mereka yang ikut dalam aksi demonstrasi.
"Tapi ini masih harus diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian, jadi kita serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian mengusut kasus ini," tutupnya.
• 2.874 Pendaftar CPNS di Makassar, Sementara 60 Tak Memenuhi Syarat
• Begini Kondisi Kamar Mahasiswi Bone yang Tewas Usai Melahirkan
Pelaku ratusan orang
Sekretariat UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dirusak dan dibakar sekelompok orang, Senin (18/11/2019) siang.
Markas organisasi intra-kampus ini terletak di sisi timur kampus II UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.
Lokasinya berdekatan dengan beberapa sekretarian unit kegiatan internal kampus lain.
Jaraknya sekitar 250 meter dari aula utama kampus, Al Jibra.
Saat kejadian, pelaku diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang.
"Ada yang masuk dari luar jalan kaki ada juga yang pakai satu mobil," ucap salah satu security kampus, Muhammad Hasbi.
Ia menambahkan bahwa sebelum masuk ke area sekretariat Mapala UMI, ratusan orang ini merusak pos satpam di pintu masuk kampus.
Pantauan tribun timur terlihat kaca-kaca pos satpam pecah.
• 2.874 Pendaftar CPNS di Makassar, Sementara 60 Tak Memenuhi Syarat
• Begini Kondisi Kamar Mahasiswi Bone yang Tewas Usai Melahirkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-rektor-iii-umi-prof-la-ode-husein-menjelaskan.jpg)