Dosen UMI Kenalkan Cara Olah Sampah Organik Lewat Teknologi Biopori di Kodingareng Lompo
Dosen UMI Kenalkan Cara Olah Sampah Organik Lewat Teknologi Biopori di Kodingareng Lompo
Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
Dosen UMI Kenalkan Cara Olah Sampah Organik Lewat Teknologi Biopori di Kodingareng Lompo
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masalah sampah saat ini menjadi isu serius yang terus menuai sorotan.
Pengelolaan sampah yang tidak tepat sasaran utamanya di Indonesia menjadi masalah yang terus berkelanjutan.
Upaya mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna pun terus diupayakan oleh sejumlah pihak termasuk para akademisi kampus.
• Ayu Parawansa Wakili UMI ke United Nation World Science Forum Hungaria
• Pecinta Alam UMI Gelar Mountain Race Competition ke 4 di Pangkep, Segini Jumlah Pesertanya
Dengan latarbelakang tersebut dua Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Kodingareng Lompo, Makassar, Minggu (17/11/2019).
Kedua dosen yang terlibat yakni Andi Muhammad Ikhsan dan Pratiwi Juniar Achmad Gani memberikan pemahaman mengenai penerapan teknologi biopori untuk pengolahan sampah organik.
Pratiwi Juniar menjelaskan, Masalah yang terjadi apabila sampah tidak diolah dengan baik maka dapat terjadi pencemaran lingkungan, atau bencana seperti banjir.
"Sehingga penerapan teknologi ini dapat membantu mengatasi sampah dengan memasukkan ke dalam lubang resapan biopori yg ditanam di bawah tanah," ucapnya.
Sampah organik ini kemudian di didamkan hingga dua pekan lamanya.
"Nantinya sampah ini bisa digunakan sebagai pupuk kompos," tambahnya.
Adapun peserta yang ikut dalam pelatihan yakni anggota mitra Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Kodingareng berjumlah 20 orang.
Sementara itu Muhammad Ikhsan memeparkan dalam perencanaannya biopori ini akan dihadirkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) pulau Kodingareng Lompo.
Para peserta yg dalam kegiatan pengabdian ini selain sosialisasi langsung kepada masyarakat juga dilakukan praktek penerapannya.
"Prosesnya suda membuat penentuan berapa titik lubang resapan biopori yang dapat dilakukan dan dibuatkan ke dalam peta penyebaran titik lubang resapannya sehingga penyerapan sampah dapat lebih maksimal," tutupnya. (tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @piyann__
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengabdian-masyarakat-di-pulau-kodingareng-lompo.jpg)