BNSP Gandeng CDC Unibos Gelar Tes Sertifikasi Profesi Skema Retail

Tes sertifikasi profesi yang digelar BNSP ini untuk kali kedua setelah tahun 2018 lalu bekerjasama dengan Unibos.

alfian/tribun-timur.com
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bekerjasama dengan Universitas Bosowa (Unibos) melalui Career Development Center (CDC)menggelar tes sertifikasi profesi untuk skema retail. Kegiatan ini berlangsung di ruang CDC Gedung I Unibos, Jl Urip Sumoharjo, Minggu (17/11/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bekerjasama dengan Universitas Bosowa (Unibos) melalui Career Development Center (CDC)menggelar tes sertifikasi profesi untuk skema retail.

Kegiatan ini berlangsung di ruang CDC Gedung I Unibos, Jl Urip Sumoharjo, Minggu (17/11/2019).

Tes sertifikasi profesi yang digelar BNSP ini untuk kali kedua setelah tahun 2018 lalu bekerjasama dengan Unibos.

Akhir Pekan Depan Bakal Tersaji Porsani Libatkan 1.700 Peserta Devile di Parepare

Pada tahun ini, sertifikasi profesi yang dilaksanakan selama dua hari diikuti 180 peserta dari berbagai karyawan swasta, mahasiswa, tenaga profesi lainnya termasuk para pelaku usaha.

Ketua Skill Development Center Sulawesi Selatan, Dr Affandy Agusman Aris, menuturkan bahwa tes sertifikasi adalah bagian dari upaya peningkatan SDM terutama dalam industri.

"Sertifikasi profesi ini memang merupakan sertifikasi yang diakui di seluruh Negara ASEAN dan Pasifik. Tentunya ini akan memudahkan para pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya dengan memiliki sertifikat ini," ucapnya.

Daftar Harga Motor Matic Yamaha November 2019 Mulai Rp 15 Jutaan, Mio M3, FreeGo & All New Soul GT

Selain itu ia menyebut BNSP juga menggelar kegiatan ini untuk mendukung pengurangan pengangguran khususnya di Sulsel ini.

"Apa lagi di Sulsel tingkat pengangguran masih 12%. Semoga setelah sertifikasi ini kita bisa membantu Sulsel untuk menurunkan angka pengangguran ke satu digit," terangnya.

Selanjutnya kegiatan serupa akan tetap laksanakan tahun depan 2020 dengan target 3 ribu orang tersertifikasi.

Gubernur Sulsel Terbitkan Pergub Stop Nikah Dini, DPPPA Sosialisasi di SMP dan SMA

Sementara itu Ketua CDC Unibos, Dr Lukman Setiawan, Menerangkan bahwa tes sertifikasi ini tidak hanya membantu para pekerja dan pelaku usaha.

Tetapi juga menduku program CDC Unibos dalam meningkatkan output alumni.

"Kita harapkan alumni Unibos itu memiliki masa tunggu kerja selama 0-6 bulan, sementara dengan adanya kegiatan ini bisa terbantu untuk mendapatkan kerja tidak hanya sampai 6 bulan, bahkan sebelum wisuda pun kita harapkan sudah bisa bekerja," ucapnya.

"Disini kami sangat terbantu untuk program peningkatan skill alumni dan kedepan memang kami usahakan alumni Unibos harus menjemput bola agar dapat menunjukan output yang luar biasa berkembang," tambahnya.

Tak Diperkuat Boas Saat Hadapi Tuan Rumah PSM Makassar, Pelatih Persipura Berharap Rejeki

Mahasiswa Unibos Belajar Pahami Kesehatan Mental

Mahasiswa Universitas Bosowa Makassar mendapatkan ilmu baru. Yakni, tentang kesehatan mental.

Hal ini digelar dalam event bertajuk kumpul kamu dengan tema Mental Health Problem, yang digelar di Lobby Gedung 2 Universitas Bosowa (Unibos), pada Rabu (13/11/2019)

Untuk membahas kesehatan mental ini, hadir tiga pembicara yakni Founder Ifutureleaders Dian Aditya Ning Lestari.

Lalu content creator Adhe MPJ dari @BolangMKS, dan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Bosowa (Unibos) Naifah MP.

Kepada Tribun Timur Dian mengatakan Mental Health Problem penting digelar, karena banyak membahas tentang masalah mental yang dihadapi remaja saat ini

"Tentang isu sosial berupa kesehatan mental anak muda. Misalnya depresi di kampus dan isu kekerasan terhadap perempuan," katanya.

"Karenanya ketiga pembicara juga membahas tentang pencegahan masalah mental yang sering terjadi sehingga seseorang bisa bunuh diri," ujarnya

Diku mengatakan masalah mental dapat dicegah salah satunya dengan menjadikan organisasi sebagai alternatif.

"Fokus belajar dan peduli sekitar. Dengan membuat membuat edukasi mental health, menyemangati para pemuda. Jangan hanya fokus pada skripsi dan tugas lainnya," katanya.

Kegiatan santai yang dapat dibuat tambah Dian yakni organisasi untuk solusi masalah begal.

"Karena msalah begal dan preman itu tentunya memiliki masalah mental juga. Mereka bisa gabung organisasi," jelasnya alumnus SMA Negeri 17 Makassar ini.

Selain itu organisasi anti bullying juga perlu. Dengan adanya organisasi juga menjadi hal positif bagi mahasiswa.

"Mahasiswa perlu mencari organisasi dimana dia bisa aktialisasi diri secara positif," pungkasnya.

Penulis: Alfian
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved