Breaking News:

Mantan Pentolan Jamaah Islamiah: Pelaku Bom Medan Geng Baru Belum Terlatih

Pendapat adik kandung Trio Bomber Bali ini didasarkan pada analisanya pada tipe bom yang diledakkan sama dengan anggota JAD sebelumnya.

Editor: Imam Wahyudi
Youtube
VIDEO REKAMAN CCTV Detik-detik Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan 

Jejak Digital Rabbial Muslim Nasution ( RMN )

Profil pelaku peledakan bom bunuh diri  tersebar di dunia maya. Pelaku merupakan warga Jalan Nangka Medan Petisah.

Terduga pelaku berinisial RMN usia 24 tahun merupakan warga Medan asli diduga meledakkan dirinya sendiri saat memasuki komplek Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Kota Medan, Rabu (13/11/2019).

Berdasarkan informasi seorang warga yang juga teman kecil, pelaku telah berkeluarga dan memiliki anak.

  Kepada Tribun-Medan.com teman pelaku, Bagus Prasetio mengatakan, ia berteman akrab dengan Rabbial Muslim Nasution alias RMN.

Teman korban mengenalnya dengan panggilan Dedek sejak kecil. 

"Saya temannya sejak kecil, kenal baik dan tahu keluarganya," katanya. 

Menurut Bagus sosok Dedek dinilainya baik, punya jiwa setia kawan. 

Dikatakannya, Dedek merupakan pemuda yang aktif di lingkungan rumahnya. 

"Dulu kami tergabung dalam remaja masjid dia aktif ikut rapat," katanya.

Bagus menuturkan, RMN awalnya tinggal di Jalan Jangka, di kawasan Ayahanda Medan namun pindah domisili setelah menikah. 

"Warga di sini sudah lama tidak melihatnya lagi. Ia sempat pindah ke Marelan," katanya.

Bagus menjelaskan, Dedek tak sempat menamatkan sekolahnya di bangku SMA/SMK. 

"Kami satu sekolah di SMK 9 Medan. Dia gak tamat sampai kelas satu saja," jelasnya. 

Dikatakannya, sosok Dedek juga pernah mengikuti kegiatan bela diri silat. 

"Kami juga pernah main bola bersama, saya kira orangnya sangat terbuka dan baik," katanya. 

Bagus tak menyangka, rekannya tersebut melakukan aksi nekat. 

"Kalaulah memang benar dia pelakunya, saya tidak sangka, karena ia saya kenal baik," tambahnya. 

Seperti diberitakan Tribun-Medan.com, sebelumnya, Pelaku peledakan bom bunuh diri yang mengguncang Mapolrestabes terlihat dalam rekaman CCTV.

Dalam rekaman CCTV tersebut tampak RMN sedang mengenakan setelan jaket hijau kombinasi hitam sedang berjalan mengenakan ransel.

Gambar rekaman CCTV ini beredar di grup WhatsApp, hingga akhirnya pria itu meledakkan diri dan terdengar suara ledakan yang cukup keras di Mapolrestabes Medan, Rabu pagi.

Informasi yang dihimpun kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Sekira pukul 08.00 WIB, diduga pelaku masuk ke Polrestabes Medan menggunakan jaket ojek online.

Pelaku masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasi.

Setelah identitas diketahui, ia menambahkan, nantinya Tim Densus 88 Antiteror Polri akan melakukan pengembangan.

Hal ini untuk mengetahui apakah pelaku terkait jaringan teroris tertentu atau justru hanya simpatisan yang bergerak sendiri (lone wolf).

"Semuanya masih berproses. Tim Densus 88 bersama stakeholder terkait masih bekerja di lapangan," kata Dedi.

Selain itu, ia mengatakan, seluruh partikel ledakan yang berada di sekitar lokasi akan dikumpulkan untuk kemudian diuji di laboratorium forensik.

Berniat jadi YouTuber?

Rabbial ternyata mempunyai akun YouTube.

Akunnya bernama rabbial muslim nasution. Dia tampak memiliki 475 subscriber. Rabbial bergabung sejak 9 April 2011 lalu.

Namun video pertamanya baru diposting pada 2 maret 2013.

Hanya ada dua video yang dia posting. Dua video itu berupa video parodi.

Yang pertama berjudul 'Jokowi datangi korban BANJIR di Medan (JANGKA)'. Video ini ditonton 1,9 ribu kali.

Dalam konten ini dia berpura-pura menjadi jurnalis dalam kondisi banjir. Seorang rekannya bertingkah seperti Jokowi, dia juga menyebut nama Ahok.

Video tersebut berdurasi 5,01 menit.

pada kolom komentar Rabbial meminta rekan-rekannya menonton video tersebut. Sementara temannya tampak memberi semangat kepada Dedek sapaan Rabbial.

Video keduanya hanya berdurasi 15 detik. Video baru diunggah sebulan lalu dan ditonton sembilan kali. Video ini hanya menunjukkan seekor babi tertidur lalu diberi makan oleh seseorang.

Jejak Digital Rabbial juga ditemukan di situs ReverbNation.com,sebuah situs pusat untuk musisi, produser, dan tempat-tempat untuk berkolaborasi dan berkomunikasi.

Di situs ini Rabbial memajang sejumlah fotonya dan baru mengupload satu rekaman musik dengan judul: cinta seorang kekasih. Cek di link berikut.

Rabbial alias Dede (24) diketahui pernah tinggal di Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Tetangga yang juga merupakan sepupu pelaku, Maya (41), mengatakan bahwa RMN sudah pindah ke Marelan pasca-menikah.

"Dia pernah jadi remaja masjid. Itu dulu dia pas masih lajang. Tapi semenjak sudah nikah enggak tahu apa kegiatannya. Dia semenjak nikah ikut istrinya di Marelan. Tapi enggak tahu posisi pastinya di mana," ucap Maya.

 

Dijelaskan Maya bahwa dirinya cuma sekali ke rumah RMN di Marelan yaitu sewaktu mereka menikah, 3 tahun yang lalu.

Tak lama berselang, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto keluar dari dalam rumah pelaku.

Namun, Kompol Eko Hartanto yang coba dimintai keterangan terkait kasus tersebut enggan memberikan jawaban.

"Nanti saja ya, saya tidak bisa berikan keterangan sekarang," ucap Eko singkat sembari berlalu pergi menaiki mobil.

Rekaman CCTV

Kamera pengawas yang dipasang di kompleks Mapolrestabes Medan merekam detik-detik ledakan bom bunuh diri, Rabu (13/11/2019).

Letusan terlihat sangat besar.

Asap putih langsung membubung tinggi.

Kepanikan spontan terjadi, lima orang polisi terluka.

Jones Adiko Brutu warga Kecamatan Helvetia menjadi saksi mata dalam ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).
 

"Saya saat kejadian sedang mengurus SKCK online untuk mendaftar CPNS," katanya saat dijumpai wartawan www.tribun-medan.com.

"Saat itu saya melihat sekilas pelaku yang terlihat hanya berdiri dan mondar mandir.  Saya hanya nampak badan bagian belakangnya," terang Jones Adiko Brutu.

Jones Adiko Brutu mengatakan sebelum kejadian ada dua orang yang berdiri dengan gelagat mencurigakan dan ciri-cirinya pria dengan tinggi badan 160 cm dan kulit sawo matang.

"Awalnya saya tidak mengetahui kalau bakal terjadi bom," katanya.

Warga Helvetia ini juga menyatakan pas ledakan terjadi suaranya sangat besar dan mengakibatkan telinganya berdengung.

"Besar kali suara ledakannya bang. Posisi saya dari lokasi kejadian sekitar 20 meter. Tapi bisa membuat telinga saya berdenging," ujarnya seraya menyatakan pas ledakan baru ia menyadari bahwa orang yang ia lihat merupakan pelakunya.

Semua warga yang mengurus SKCK disuruh keluar dan menyelamatkan diri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved