Umat Buddha Rayakan Sanghadana Kathina 2563 TB
Saat yang paling tepat untuk berjuang mengelola kehidupan ini adalah pada saat kita masih muda, masih sehat dan tinggal di keadaan yang aman.
Citizen Reporter
Miguel Dharmadjie, S.T., CPS®
Penyuluh Agama Buddha Non PNS
SETIAP orang adalah pahlawan dalam kehidupannya.
Tugas seorang pahlawan dalam kehidupan ini bagaimana dapat mengelola potensi dari perbuatannya di masa lampau.
Untuk itu setiap orang hendaknya dapat mengelola kehidupannya dengan baik, jangan sampai salah mengelola.
Saat yang paling tepat untuk berjuang mengelola kehidupan ini adalah pada saat kita masih muda, masih sehat dan tinggal di keadaan yang aman.
Jika kita telah berhasil dalam perjuangan mengelola kehidupan ini, maka saatnya kita menggunakan dengan baik apa yang telah diperoleh.
Ada empat cara untuk menggunakan hasil perjuangan kita, yaitu: mengembangkan usaha, menggunakan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga, disimpan untuk sewaktu-waktu dapat digunakan dalam keadaan sulit dan yang terbaik adalah menggunakan untuk berbuat baik.
“Sanghadana Kathina adalah alokasi untuk berbuat baik dengan mengukur kemampuan diri sendiri. Karena cara orang baik menimbun kebaikan adalah dengan berdana,“ kata Bhikkhu Saddhaviro dalam khotbah Dhamma kepada seratus lima puluh umat Buddha yang memadati Sanghadana Kathina 2563 TB. / 2019 M. yang dilaksanakan Keluarga Buddhis Brahmavihara (KBBV) Makassar di lantai dua Parami Buddhist School, Makassar pada Minggu (10/11) pagi.
Lebih lanjut Ketua Yayasan Dharma Wijaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini mengatakan inti dari mengelola kehidupan adalah berbuat baik. Perbuatan baik masa lampau terkondisi untuk tumbuh berkembang menjadi orang baik.
“Tumbuhkan sifat-sifat baik dalam diri kita, karena kalau tidak kita akan terjajah oleh sifat-sifat buruk kita, “pesan Bhante.
Kepala Vihara Ratana Graha Jakarta ini juga menekankan pentingnya sekolah buddhis karena memiliki tiga fungsi utama, yaitu : menjaring, mewarnai dan menjaga bibit-bibit buddhis guna tetap lestarinya Buddha Sasana.
Sanghadana Kathina ini dihadiri lima bhikkhu dan satu samanera anggota Sangha Theravada Indonesia (STI), yaitu : Bhikkhu Saddhaviro Mahathera (Wakil Ketua Dewan Sesepuh), Bhikkhu Adhikusalo Mahathera (Ketua Bhikkhu Daerah Pembinaan/Padesanayaka Sulsel), Bhikkhu Karunaviro Thera, Bhikkhu Silayatano (Wakil Ketua Bhikkhu Daerah Pembinaan/Upa-Padesanayaka Sulsel) dan Bhikkhu Saccapiyo serta Samanera Saccasilo.
Sanghadana Kathina ini merupakan salah satu rute Safari Kathina bhikkhu STI di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, yaitu : Vihara Giri Kartika Mamuju Tengah (05/11) sore, Vihara Sasanadipa (09/11) malam, KBBV Makassar (10/11) pagi, Klenteng Xian Ma (10/11) siang, Vihara Jinaraja Sasana (10/11) sore, Vihara Dharma Palakka Bone (11/11) malam, dan Vihara Buddha Dharma Parepare (12/11) malam.
Kathina; salah satu dari empat hari besar agama Buddha; sering dikenal sebagai bulan berdana berupa empat kebutuhan pokok para bhikkhu (jubah, makanan, tempat tinggal dan obat-obatan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/umat-buddha-menyimak-khotb1.jpg)