Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUN WIKI

Marioriawa

Marioriawa merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Soppeng.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Tribun Timur
Kompleks Rumah Adat Sao Mario di Kampung Awakaluku, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, adalah salah satu obyek wisata budaya di Kabupaten Soppeng. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Marioriawa merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Soppeng.

Berjarak 40 menit perjalanan dari Kabupaten Soppeng.

Marioriawa memiliki 5 desa dan 5 kelurahan.

Yakni, Kelurahan Attang Salo, Kelurahan Batu-Batu, Desa Bulue, Kelurahan Kaca, Desa Laringgi, Kelurahan Limpomajang, Kelurahan Manorang Salo, Desa Panincong, Desa Patampanua, Desa Tellulimpoe.

Sejarah

Warga Batu-batu, Kecamatan Marioriawa menggelar pesta adat mammesa lawangeng di bendungan Pettaballe, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Selasa (4/10/2016).
Warga Batu-batu, Kecamatan Marioriawa menggelar pesta adat mammesa lawangeng di bendungan Pettaballe, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Selasa (4/10/2016). (Handover)

Dilansir dari soppengkab.g.id, Kecamatan Marioriawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Soppeng, yang dahulunya merupakan sebuah kerajaan mandiri dan berdiri sendiri dalam naungan Konfederasi Watansoppeng (Soppeng).

Walaupun Mario Riawa berada dalam naungan Konfederasi Watan Soppeng, pada masa pemerintahan La Pawiseang Datu Soppeng VII, Mario Riawa keluar dari konfederasi tersebut dan Mario Riawa bergabung ke dalam Konfederasi Wajo yang pada saat itu dipimpin oleh Arung Matoa Wajo Lataddampare.

Marioriawa pada masa itu diperintah oleh Lapaiyyo (Lamappaiyyo) Datu Marioriawa dan dia meninggal di Lagosi (Wajo), sehingga Lapaiyo diberi gelar anumerta yaitu Lapaiyo Datu Marioriawa Matinroe Ri Lagosi, Kerajaan Mario Riawa terdiri dari tiga Pabbicara dan satu Sullewatang, yakni Pabbicara Manorang Salo, Pabbicara Attang Salo, Pabbicara Bulue dan Sullewatang Padali, masing-masing terdiri dari beberapa Matoa.

Di Bulue terdapat Matoa Panci, Galungkalungnge.

Di Manorang Salo terdapat Matoa Welongnge dan Matoa Tanete, di Attang Salo terdapat Matoa Lompoe, Matoa Kaca, Matoa Pengree dan Matoa Bunne, sedangkan Sullewatang Padali tidak mepunyai Matoa karena posisinya seperti Datu Mario Riawa walaupun statusnya di wilayahnya sama dengan Pabbicara (istilah sekarang walikota administratif).

Datu terakhir di Mario Riawa adalah Datu Mappejanci, Pabbicara terakhir di Attang Salo adalah La Pariwusi (Andi Pariwusi Daeng Mapadeng Pabbicara Attang Salo).

Pabbicara terakhir di Manorang Salo adalah Andi Meru ( Andi Meru Pabbicara Manorang Salo ).Matoa terakhir di Lompoe adalah Andi Wakka Daeng Mawakka.Matoa terakhir dikaca adalah La Ma'gangka putra sullewatang padali terakhir Lacammu. Matoa Terakhir di Welongnge La Makkarella

Setelah terbentuknya Negara kesatuan republik Indonesia, kerjaan soppeng ikut bergabung dengan Indonesia dan Kerajaan Soppeng pun berubah menjadi Kabupaten Soppeng, maka Status Kerajaan Marioriawa-pun ikut berubah menjadi Kecamatan Mario Riawa, masuk dalam administrasi Kabupaten Soppeng.

Adapun Pabbicara berubah menjadi kelurahan dan desa, dan seiring dengan adanya pemekaran maka kelurahan dan desapun bertambah sebagai berikut, Kel Manorang Salo, Kelurahan Attang Salo, Kelurahan Batu-batu, Kelurahan Kaca, Kelurahan Limpomajang, Desa Bulue, Desa Laringgi, Desa Panincong, dan Desa Patampanua, dan Desa Tellulimpoe.

Peninggalan sejarah

Kecamatan Marioriawa di Soppeng
Bupati dan Wakil Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak-Supriansa panen padi perdana di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Sulsel, Senin (14/3/2016) siang. (TRIBUN TIMUR)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved